8 Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star dalam Jaringan

2 min read

Keunggulan dan kelemahan topologi star

Dalam merancang sebuah jaringan komputer, diperlukan topologi yang menjadi dasar dari implementasinya. Topologi ini akan membantu jaringan bekerja lebih maksimal untuk untuk kebutuhan tertentu. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan topologi star dalam jaringan komputer.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan static routing

Topologi star ialah topologi yang dalam penerapannya menghubungkan setiap komputer melalui hub maupun switch. Perangkat hub atau switch ini berfungsi untuk mengendalikan arus pengiriman data yang bertujuan agar tidak mengganggu komputer lain.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Cara kerja topologi star sebenarnya simpel dan mudah dipahami. Setiap komputer akan saling terhubung satu sama lainnya dengan bantuan hub atau switch. Jika salah satu komputer ingin berkomunikasi dengan komputer lain, maka harus melewati perangkat penghubung itu dulu.

Kelebihan Topologi Star

Berikut dibawah ini beberapa keunggulan topologi star dalam jaringan komputer yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Efektif untuk banyak perangkat komputer

Jika ingin membangun jaringan komputer yang besar, topologi star bisa menjadi pilihan. Topologi ini bisa menghandle sampai dengan puluhan komputer, ini disesuaikan dengan perangkat hub atau switchnya.

Jika ingin membangun jaringan komputer yang besar, topologi star bisa menjadi pilihan. Topologi ini bisa menghandle sampai dengan puluhan komputer, ini disesuaikan dengan perangkat hub atau switchnya.

2. Maintenance dapat dilakukan dengan lebih mudah

Memperbaiki kerusakan pada sebuah jaringan komputer memang tidak bisa dikatakan cepat dan mudah. Namun dengan menerapkan topologi star, maintenance akan lebih mudah untuk dilakukan.

 Baca juga : pengertian PAN (personal area network)

Teknisi jaringan hanya perlu mengecek kondisi kabel yang terhubung ke switch, atau bisa langsung mengecek komputer pusatnya. Kelebihan dan kekurangan topologi star ini membuatnya banyak dipilih oleh teknisi jaringan.

3. Proses instalasi yang cukup mudah

Selain mudah dalam maintenance, topologi star juga lebih mudah dalam proses instalasinya. Instalasi dilakukan dengan menarik kabel dari komputer host ke titik pusat (hub/switch). Ini dilakukan sesuai dengan jumlah komputer host yang akan digunakan. Penerapan kabel twisted pair juga akan membuat instalasi lebih mudah dan cepat selesai.

4. Lebih mudah ketika menambah komputer

Untuk menambah komputer baru bisa lebih mudah, karena instalasinya hanya dilakukan dengan menarik kabel dari komputer ke titik pusat. Banyaknya komputer yang bisa terhubung tergantung dari spesifikasi dari hub atau switchnya. Anda bisa mengecek slot kabel yang tersedia pada perangkat tersebut, sesuaikan saja dengan kebutuhan jangka panjang.

Kekurangan Topologi Star

Setelah membahas kelebihan topologi star, kali ini kita akan masuk ke pembahasan selanjutnya mengenai kelemahan topologi star yang juga perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Bergantung ke perangkat pusat

Jaringan komputer yang menggunakan topologi star sangat rentan mengalami lumpuh total. Hal ini bisa terjadi ketika perangkat pusat rusak dan sama sekali tidak berfungsi.

Jaringan dipastikan tidak akan bisa digunakan sebelum perangkat tersebut kembali pulih. Maka dari itu, diperlukan perangkat yang berkualitas agar bisa bekerja dalam durasi yang lama.

2. Memiliki biaya yang relatif besar

Topologi ini membutuhkan kabel yang jumlahnya cukup banyak. Setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan memerlukan kabel sendiri-sendiri. Semakin banyak komputer yang akan dihubungkan, kebutuhan kabel akan semakin banyak. Belum lagi biaya besar untuk membeli perangkat hub atau switch.

3. Transfer data lambat

Kecepatan transfer data sangat dipengaruhi jumlah komputer yang terhubung. Semakin banyak komputer yang bekerja melakukan transfer data, maka kecepatannya akan menurun.

Baca juga : pengertian dan fungsi intranet dalam jaringan lan

Selain itu, spesifikasi dari hub atau switchnya juga berpengaruh terhadap kecepatan transfer datanya. Perhatikan baik-baik kelebihan dan kekurangan topologi star sebelum memulai untuk instalasi jaringan.

4. Jumlah komputer bergantung dengan port hub/switch

Topologi star memang lebih mudah dalam melakukan penambahan komputer. Akan tetapi, jumlah komputer yang bisa terhubung bergantung dengan port pada hub atau switchnya.

Jika untuk jangka panjang, memilih perangkat dengan port yang banyak jauh lebih efektif. Hal ini bertujuan agar nantinya ketika menambah komputer lagi, slot untuk kabel baru sudah tersedia.

Kelebihan dan kekurangan topologi star ini bisa menjadi pertimbangan dalam pemilihan topologi. Kesesuaian dengan lapangan sangat mempengaruhi kinerja dari jaringan komputer yang dibuat. Selain itu juga berpengaruh terhadap maintenancenya.

Kesimpulan

Topologi star banyak digunakan untuk membuat jaringan komputer di berbagai gedung-gedung. Kelebihan dan kekurangan topologi star perlu diperhatikan dengan baik, agar jaringan komputer dapat bekerja secara maksimal.

Topologi ini cocok untuk jaringan yang memiliki banyak komputer, meskipun memungkinkan untuk terjadi transfer data yang lambat. Karakteristik topologi star ini ada pada perangkat hub atau switch yang menjadi penghubung semua komputer.

Penutup

Itulah informasi mengenai kelebihan dan kekurangan topologi star yang bisa saya bagikan. Informasi ini penting untuk diketahui, khususnya untuk Anda yang sedang belajar mengenai jaringan komputer.

Banyak perusahaan maupun instansi yang menggunakan topologi ini untuk membangun jaringan komputer di gedung mereka. Jadi tidak akan rugi jika mempelajari ilmu yang satu ini. Cukup sekian dan terimakasih, sampai berjumpa di kesempatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *