Pengertian dan Fungsi Telnet dalam Jaringan Komputer

2 min read

Pengertian telnet

Meski hal ini sedikit asing, istilah telnet cukup erat dengan perkembangan teknologi saat ini. Nah pada kesempatan kali ini saya akan mengupas tuntas mengenai pengertian, cara kerja juga fungsi telnet. Sebab keberadaanya cukup penting bagi teknologi saat ini.

Baca juga : cara melihat tipe laptop windows dengan cepat dan mudah

Saat ini, teknologi memberi banyak kemudahan dalam berbagai kehidupan, menghadirkan hal-hal baru yang sangat membantu berbagai aktivitas sehari-hari. Baik itu, bekerja, belajar, berkomunikasi dan aktivitas lainnya. Salah satunya yaitu telnet, agar lebih paham, simak pembahasan lengkapnya dibawah ini.

Pengertian dan Fungsi Telnet

Telnet atau telecommunication network yang biasa disingkat dengan TN adalah protokol dari client ke server, juga sebaliknya. Dimana protokol tersebut dapat membantu Anda untuk bisa mengakses serta mengontrol komputer pada suatu jaringan dalam konteks penggunaan internet dari jarak jauh.

Dengan kata lain TN berperan sebagai emulsi terminal yang menggunakan protokol agar dapat mengakses komputer dari jarak jauh atau secara remote. Jadi Fungsi Telnet adalah memungkinkan Anda untuk dapat mengakses komputer secara remote atau mengendalikannya dari jarak jauh. Dengan begitu komputer Anda dapat dijadikan terminal bagi komputer satu dengan yang lain melalui koneksi internet.

Telnet hampir serupa dengan perintah yang dikirimkan server pada client ataupun sebaliknya. Sebab itulah tak jarang telnet disamakan dengan SSH atau Secure Shell. Padahal terdapat perbedaan telnet dan SSH yang cukup signifikan. Dimana telnet lebih sering digunakan pada wilayah LAN dengan fasilitas komunikasi berbasis teks. Interaksi dua arah tersebut dihubungkan oleh port telnet atau virtual terminal.

SSH (Secure Shell)

Sementara SSH merupakan protokol jaringan kriptografi dengan fasilitas komunikasi data yang memiliki tingkat keamanan sangat tinggi. Dengan SSH, Anda dapat melakukan login antarmuka dengan perintah yang disampaikan dari jarak jauh atau secara remote.

Dari penjelasan ini, sudah terlihat bahwa terdapat perbedaan pada fungsi telnet dan SSH, bisa juga dikatakan serupa tapi tak sama. Keduanya memberikan perintah secara remote atau dari jarak jauh, tetapi telnet tanpa melakukan enkripsi dan SSH menerapkan enkripsi.

Cara Kerja Telnet

Setelah memahami definisi serta fungsi telnet, sekarang kita beralih pada cara kerja telnet. Telnet merupakan teknologi yang menggunakan dua jenis program yaitu server dan juga client. Dimana alurnya akan mengikuti posisi atau peran dari komputer itu sendiri. Apakah sebagai server atau sebagai client. Namun, ada pula yang berperan sebagai keduanya sehingga pekerjaan yang dilakukan cukup berat.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan oracle database

Agar lebih jelas, Anda bisa menyimak cara kerja dari telnet berdasarkan jenis program yang diperankan. Dari sini Anda akan menemukan perbedaan yang terbilang signifikan antara program client dan juga server.

Cara Kerja Telnet Server

  • Server memberitahukan pada software network bahwa komputer user atau pengguna telah siap dihubungkan dengan internet
  • Selanjutnya server akan menunggu permintaan yang dikirimkan oleh client dalam format standar
  • Permintaan client yang telah diterima, akan segera dikerjakan oleh server
  • Setelah selesai, server akan mengirim balik akses pada client dalam format standar. Server akan kembali menunggu permintaan lain dari client sekaligus mengendalikannya secara remote atau dari jarak jauh

Cara Kerja Telnet Client

  • Client akan mengkoneksikan atau membuat sebuah jaringan antara server dengan TCP atau Transmission Control Protocol dengan server
  • Lalu client memperoleh input dari user atau pengguna yang telah meminta kode pada server
  • Berikutnya, client akan memformat input ke dalam format standar. Setelah itu akan kembali dikirimkan kepada server
  • Akhirnya, client akan menerima output dalam format standar dari server. Selanjutnya client akan mengubah formatnya agar bisa tampil di monitor untuk disampaikan pada user

Kesimpulan

Dari fungsi telnet dan juga cara kerjanya tersebut, terselip kekurangan yang penting untuk dipertimbangkan. Kekurangan tersebut ialah tidak diterapkannya enkripsi keamanan pada otentifikasi NTLM.

Oleh sebab itu menjadi rentan akan terjadinya pembobolan sistem akibat pencurian password oleh oknum tidak bertanggung jawab. Bahkan kemungkinan terburuknya yaitu rusaknya jaringan telnet yang ada.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan DHCP server

Sehingga sebagai langkah antisipasi atau pencegahan dari hal yang tidak diinginkan, akan lebih baik jika Anda menggunakan password yang bersifat acak. Bisa kombinasi angka dan huruf atau inisial yang tidak mudah ditebak bahkan oleh orang terdekat.

Hal ini bertujuan menjaga keamanan dari jaringan telnet yang sudah Anda bangun sebelumnya. Selain itu, penggunaan Linux ataupun SSH juga dapat Anda jadikan alternatif pilihan demi keamanan yang lebih baik.

Meski begitu, kelebihan atau keunggulan dari telnet juga tidak dapat dipungkiri. Merujuk pada definisi serta fungsi telnet, Anda akan memperoleh efektifitas serta efisiensi dari pemanfaatan teknologi telnet ini. Disamping itu teknologi ini amat ramah pengguna. Anda akan merasa seolah bertatap muka secara langsung dengan komputer lain saat menggunakan telnet.

Penutup

Demikian informasi yang dapat saya bagikan seputar definisi, cara kerja dan fungsi telnet. Semoga selain menambah pengetahuan juga bisa memberi manfaat agar bisa menerapkannya dengan tepat juga bijak. Cukup sekian dan terimakasih, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *