Nur Alam Hanya manusia biasa bernama lengkap Moch Dzikry Nur Alam yang menyukai berbagai informasi seputar dunia teknologi dan komputer modern.

6 Perbedaan Digital Marketing dan Tradisional Marketing

2 min read

Perbedaan Digital Marketing dan Tradisional Marketing

Istilah digital marketing tentu sudah tidak asing lagi terutama di era digital seperti saat ini. Cara promosi dan strategi pemasaran untuk digital marketing tentu jauh berbeda dibandingkan dengan cara tradisional. Apa saja perbedaan digital marketing dan tradisional marketing dalam promosi bisnis?

Baca juga : rekomendasi bisnis tanpa modal untuk pelajar

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, digital marketing banyak digunakan di hampir semua lini usaha untuk mempromosikan bisnisnya. Namun, apakah dengan adanya metode baru dalam bidang marketing ini bakal menggantikan sepenuhnya cara tradisional?

Pengertian Digital Marketing dan Tradisional Marketing

Dari segi pengertian, baik digital maupun tradisional marketing jelas memiliki perbedaan. Sebelum mengetahui apa saja perbedaan antara kedua jenis strategi marketing ini, maka ketahui terlebih dahulu apa pengertiannya.

Digital Marketing

Perkembangan teknologi yang semakin canggih turut mempengaruhi cara pelaku bisnis dalam mempromosikan usahanya. Jika dulu secara tradisional harus dilakukan secara offline dan door to door, kini siapa saja dapat berjualan dengan modal minim selama bisa memanfaatkan smartphone untuk berjualan.

Penjualan secara digital artinya memanfaatkan internet dan perangkat elektronik seperti smartphone dan laptop untuk melakukan promosi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari membuat konten di situs website, iklan di Google, media sosial, video streaming, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya digital marketing mirip seperti cara tradisional hanya saja berbeda media yang digunakan. Dengan menggunakan perangkat digital, jangkauan pasar akan lebih luas dan tertarget serta minim biaya promosi. Semakin banyak melakukan promosi, maka semakin banyak pelanggan yang mengenal bisnis atau produk yang dipromosikan.

Tradisional Marketing

Sesuai namanya, strategi marketing ini dilakukan ketika teknologi dan internet belum secanggih sekarang. Banyak media yang digunakan untuk melakukan tradisional marketing. Mulai dari mencetak banyak kartu nama, iklan di majalah atau koran, memasang poster di tempat strategis, dan lainnya.

Anda juga dapat memasang iklan dan promosi di radio atau televisi. Segala bentuk promosi maupun iklan atas suatu produk atau bisnis yang dilakukan tanpa menggunakan media digital disebut sebagai tradisional marketing. Teknik marketing ini dilakukan tanpa ada interaksi secara langsung dengan calon pelanggan.

Beberapa saluran media yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan strategi marketing secara tradisional, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Outdoor melalui poster, papan reklame, hingga bus atau taksi
  • Siaran televisi maupun radio
  • Media cetak seperti koran dan majalah
  • Surat langsung melalui facsimile dan penawaran dalam bentuk katalog
  • Telemarketing dengan memanfaatkan SMS maupun telepon

Perbedaan Digital Marketing dan Tradisional Marketing

Setelah mengetahui pengertian dari masing-masing jenis marketing ini, maka pahami apa saja perbedaan di antara keduanya. Perbedaan digital dan tradisional marketing bisa dilihat dari beberapa kategori. Berikut ini beberapa di antaranya, yaitu:

1. Jangkauan

Digital marketing memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dibandingkan dengan cara tradisional. Tidak ada batas ruang dan waktu antar wilayah baik skala nasional maupun internasional. Sehingga peluang untuk mendapatkan pelanggan dari luar negeri pun sangat mungkin.

Baca juga : rekomendasi peluang usaha produk pangan masa kini

Sementara itu, tradisional marketing memiliki ruang yang lebih terbatas dan tidak bisa menjangkau lebih banyak target market seperti halnya digital marketing.

2. Metode

Teknik dan metode yang digunakan pada digital marketing jelas menggunakan perangkat digital dan internet. Cara pemasaran ini sangat bergantung dengan perangkat elektronik, namun tidak perlu terlalu bergantung pada media massa.

Sedangkan untuk tradisional marketing lebih banyak memanfaatkan media massa dan cetak untuk melakukan pemasaran. Cara tradisional juga bisa dilakukan dengan menawarkan secara langsung kepada konsumen dengan bertatap muka secara langsung atau door to door.

3. Waktu

Pemasaran dengan menggunakan media digital bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa terbatas waktu. Anda bisa memperbarui informasi bisnis atau produk secara terus-menerus. Berbeda dengan cara tradisional yang terbatas pada waktu dan batas negara.

4. Biaya

Besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk digital marketing jauh lebih murah dibandingkan dengan tradisional marketing. Selama ada internet dan smartphone atau laptop, maka Anda sudah bisa mulai berjualan. Meskipun harganya murah, namun hasilnya bisa sangat maksimal karena jangkauan marketnya lebih luas.

Selain itu, Anda juga dapat mengontrol biaya iklan sendiri sesuai budget jika memanfaatkan media periklanan seperti Ads di media sosial. Sementara itu, tradisional marketing membutuhkan biaya lebih tinggi dan anggaran besar hanya untuk satu kali penggunaan.

5. Pelanggan

Dengan kemudahan teknologi dan informasi, Anda bisa menentukan sendiri target market siapa saja yang cocok dengan bisnis atau produk yang dijual. Lakukan riset terlebih dahulu untuk mencari pelanggan potensial yang akan dijangkau agar hasilnya lebih maksimal.

Tradisional marketing cenderung lebih sulit untuk memilih pelanggan potensial apalagi untuk menyimpan informasi dari pelanggan. Cara tradisional juga cenderung membutuhkan waktu dan biaya lebih tinggi jika ingin menjangkau lebih banyak konsumen dalam satu waktu.

Kesimpulan

Dari pengertian dan perbedaan digital marketing dan tradisional marketing di atas, maka Anda dapat mempertimbangkan strategi apa yang paling cocok untuk produk atau bisnis yang akan ditawarkan. Jika bisa mengkombinasikan keduanya kenapa tidak.

Baca juga : cara menghapus akun twitter secara permanen

Akhir kata, demikianlah pembahasan singkat yang dapat saya tulis seputar perbedaan antara marketing digital dan tradisional marketing dalam promosi bisnis. Semoga bermanfaat dan see you next time.

Nur Alam Hanya manusia biasa bernama lengkap Moch Dzikry Nur Alam yang menyukai berbagai informasi seputar dunia teknologi dan komputer modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.