Pengertian dan 8 Komponen Router beserta Fungsinya

2 min read

Komponen router

Bagi Anda yang bergelut dengan jaringan atau dunia digital, tentu sudah tidak asing lagi dengan perangkat router. Namun, untuk bisa menjadi ahli dalam jaringan maka Anda perlu memahami komponen router secara mendalam. Sebab dengan memahami bagian-bagian router, Anda dapat memaksimalkan kinerja atau fungsinya.

Baca juga : pengertian jaringan WAN (wide area network)

Pada kesempatan kali ini, kami ingin membagikan ulasan terkait apa saja komponen yang ada pada router. Selain itu, kami juga akan memberikan ulasan singkat tentang fungsi dari masing-masing komponen maupun susunan komponen router yang benar. Kita akan kupas lebih mendalam, agar Anda bisa lebih paham.

Pengertian Router

Router merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah jaringan. Dimana perangkat tersebut berfungsi untuk meneruskan kembali sebuah paket data melalui jalur yang sudah ditentukan agar dapat diterima oleh receiver.

Komponen Router

Untuk bisa melakukan fungsinya dengan optimal, terdapat beberapa komponen router yang menyusunnya. Berikut dibawah ini beberapa komponen pendukung router yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Central Processing Unit (CPU)

CPU adalah komponen yang berfungsi menjalankan instruksi atau perintah dalam operating system. Selain itu CPU pada router juga berperan sebagai pengontrol jaringan interface berskala besar yang terdiri dari beberapa CPU. Disamping itu, CPU juga memiliki fungsi untuk menginisialisasi sistem dan juga fungsi routing.

2. Random Access Memory (RAM)

RAM pada router dipakai untuk fast switching cache, paket queue, running configuration dan juga memberi informasi terkait routing table. Dimana routing table pada router berfungsi untuk menunjukkan jalur mana yang harus dilalui pada saat meneruskan data dalam jaringan.

Baca juga : pengertian dan fungsi storage device

Secara logika, fungsi RAM dalam komponen router adalah berperan sebagai memory processor utama dan juga memory shared input/output. Memory shared input/output di sini maksudnya ialah untuk saling berbagi antar interface dalam menyimpan paket secara sementara. Sebab, ketika power router dimatikan maka seluruh isi pada RAM akan hilang.

3. NVRAM

Fungsi komponen berikut ini adalah sebagai tempat penyimpanan startup configuration. Berbeda dengan RAM, ketika power router dimatikan apa yang ada di dalam NVRAM tidak akan hilang. Di dalam perangkat yang sama, peran NVRAM dapat digantikan oleh EEPROM. Sementara pada perangkat berbeda, NVRAM berperan sebagai flash dalam menjalankan proses booting.

4. FLASH

Fungsi komponen flash pada router adalah sebagai tempat penyimpanan IOS atau Internetworking Operating System secara keseluruhan. Sebab itulah mengapa software image router akan menuju flash ketika mencari operating system. Anda dapat mengupgrade IOS dengan cara menambahkan IOS baru ke dalam flash. IOS dapat berbentuk compressed maupun uncompressed.

5. Bus

Komponen router berikutnya adalah bus. Kebanyakan perangkat router tersusun atas dua jenis bus, yaitu bus sistem dan juga bus CPU. Bus sistem berfungsi untuk alat komunikasi antar interface atau slot tambahan dan CPU. Sementara bus CPU berfungsi sebagai akses komponen dari media penyimpanan di dalam router.

6. ROM

Komponen ROM digunakan sebagai tempat penyimpanan permanen untuk kode-kode diagnostik dan dikenal dengan sebutan ROM monitor. Namun tugas utama dari ROM adalah melakukan diagnosa terhadap hardware pada saat router tengah booting dan loading IOS dari komponen flash menuju RAM.

Pada beberapa router ROM berperan sebagai sumber alternatif untuk booting dan dapat di upgrade dengan melepas chip yang ada pada socket.

7. Interface

Interface adalah komponen router yang berguna untuk menyambungkan koneksi ke luar. Ada tiga jenis interface yang harus Anda pahami, yaitu LAN, WAN dan juga Auxiliary atau AUX. Umumnya LAN adalah satu atau beberapa tipe token ring yang berbeda. Masing-masing interface mempunyai chip controller yang digunakan untuk menghubungkan sistem ke media. Biasanya LAN berupa modular atau fixed configuration.

Untuk WAN contohnya seperti ISDN, serial dan integrated CSU. Sama halnya dengan LAN, WAN juga berupa modular atau fixed configuration yang juga memiliki chip controller. WAN memakai beragam teknologi untuk bisa menghubungkan data pada area geografik yang cukup luas.

Komunikasi pada WAN umumnya menggunakan jalur yang disewa dari provider. Seperti misalnya circuit-switched, leased line dan packet-switched.

Sementara AUX atau auxiliary merupakan port serial yang berguna dalam proses konfigurasi. AUX berperan sebagai terminal dalam komunikasi port pada komputer yang melalui modem. Pada saat digunakan pertama kali, router belum memiliki jaringan yang terkonfigurasi. Oleh sebab itu belum bisa berkomunikasi dengan jaringan yang lain.

Agar dapat terhubung dengan jaringan maka diperlukan kabel roll-over untuk menghubungkan management port dengan komputer melalui software seperti hyperterminal agar bisa dilakukan konfigurasi dan inisialisasi. Dengan begitu router sudah dapat terhubung dan berkomunikasi dengan jaringan.

8. Power Supply

Komponen router yang satu ini merupakan sumber daya yang memungkinkan komponen di dalam router dapat beroperasi. Biasanya beberapa router bahkan memiliki lebih dari satu power supply.

Penutup

Demikianlah uraian singkat tentang komponen router beserta fungsinya. Semoga dengan adanya artikel berisikan informasi ini, dapat membantu dan bermanfaat bagi Anda yang tengah mendalami seluk beluk jaringan khususnya perangkat router.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *