10 Jenis Aplikasi Database Yang Perlu Anda Ketahui

3 min read

Aplikasi database

Aplikasi database merupakan kumpulan data yang akan diorganisir dengan baik melalui penggunaan skema, tabel, view, object, query dan lain sebagainya. Saat ini banyak pilihan yang bisa Anda gunakan. Beberapa diantaranya sudah populer dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing.

Apa Itu Aplikasi Database?

Database sendiri adalah kumpulan dari berbagai data ataupun informasi yang sebelumnya sudah terorganisir dan tersimpan di dalam komputer secara teratur dan sistematik. Nantinya aplikasi ini mampu mengolah atau memanipulasi melalui program pada perangkat PC untuk mendapatkan hasil real.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan open office bagi pengguna

Biasanya perangkat lunak yang dipilih untuk melakukan pengaturan data dikenal dengan istilah database management system. Sebutan ini mengacu kepada koleksi file atau dokumen dimana mereka saling berkaitan antara satu dan lainnya. Tujuannya agar bisa digunakan sebagai pengelola lebih efisien.

Database juga bisa disebut dengan basis data. Istilah ini bisa didefinisikan sebagai kumpulan data yang sudah disimpan dan dapat diolah menggunakan perangkat lunak atau aplikasi. Fungsinya sangat penting agar menghindarkan dari duplikasi, hubungan tidak jelas atau pembaruan cukup rumit.

Jenis Jenis Aplikasi Database

Jenis aplikasi database

Memasukkan dan mengambil data dari media penyimpanan sistem komputer akan memerlukan adanya DBMS atau Database Management System yang menjadi perangkat lunak untuk pemeliharaan dan akses secara lebih efisien dan praktis. Adapun beberapa jenis aplikasi database adalah sebagai berikut:

1. MySQL

MySQL adalah salah satu aplikasi yang sudah cukup populer jika dibanding dengan database lainnya. Pengguna dapat menggunakannya secara open source sehingga bisa digunakan secara lebih mudah baik melalui platform apapun. Mereka tidak akan mengalami adanya gangguan selama mengaksesnya.

MySQL sendiri dapat Anda gunakan melalui sistem operasi Windows, Linux, Mac, OS X dan masih banyak lagi. Kelebihan lainnya yaitu aplikasi ini bersifat open network sehingga pengguna dapat mengaksesnya dimanapun berada asalkan memiliki akses internet.

2. MariaDB

MariaDB merupakan salah satu jenis platform yang dikembangkan oleh sistem data base serupa dengan MySQL. Mereka menyampaikan bahwa pembuatannya didasari karena adanya bentuk kekhawatiran dari Oracle Corporation. Sementara tujuannya ialah mempertahankan popularitas SQL.

Aplikasi ini memang masih asing bagi kebanyakan orang. Perlahan-lahan popularitas dari database ini kian melejit. Hal ini dibuktikan melalui pencapaian ketika MariaDB berhasil menyingkirkan Red Hat Enterprise Linux atau RHEL dan MySQl. Begitupun dengan Fedora lebih memilihnya daripada MySQL.

3. Microsoft SQL Server

Microsoft SQL Server ini sudah banyak dikenal oleh orang-orang terutama jika Anda seorang programmer. Sesuai dengan namanya, bahwa aplikasi basis data ini merupakan produk dari perusahaan Microsoft. Bahasa database yang digunakan yaitu Transact-SQL dan cukup populer.

Awalya, Microsoft SQL Server ini adalah data yang digunakan sebagai database dalam skala kecil dan menengah. Seiring mengalami perkembangan, pengguna dapat memilihnya untuk keperluan berskala lebih besar. Salah satu kelebihannya yaitu bisa digunakan bagi banyak platform sekaligus.

4. Oracle Database

Oracle Database adalah aplikasi basis data yang dianggap menjadi pilihan terbaik apabila digunakan dalam skala besar. Pengguna dapat menggunakannya jika ingin menyimpan suatu file dengan ukuran mencapai satu terabyte. Hal ini menjadi alasan mengapa banyak orang memilihnya.

Tidak hanya memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, Oracle Database juga sangat mudah digunakan ketika Anda ingin mengunduh data dengan ukuran hingga terabyte. Platform ini mempunyai versi gratis dan tampilan sederhana sehingga pengguna dapat mencobanya terutama bagi pemula.

5. PostgreSQL

PostgreSQL ini adalah aplikasi basis data yang bersifat relasional. Artinya yaitu bisa digunakan untuk menyimpan data dan juga mengembalikannya dengan cara aman. Penggunaannya pun bisa Anda gunakan jika ingin menggabungkan bersama perangkat lain guna menerima dan melakukan perintah.

Anda pun bisa menggunakan PostgreSQL ini tanpa harus khawatir jika merasa lemot meskipun digunakan oleh banyak orang sekaligus. Perlu diketahui juga bahwa aplikasi ini merupakan database default dari pengguna macOS. Dengan kata lain sudah terinstall secara otomatis pada sistem operasi tersebut.

6. SQLite

SQLite merupakan aplikasi yang cocok bagi yang sudah memiliki data terstruktur. Pengguna bisa memanfaatkannya sebagai caching dan menyediakannya data dari cloud. Hal ini memungkinkan banyak orang dapat mengaksesnya dimanapun berada meskipun tidak di satu tempat.

SQLite buatan dari D. Richard Hipp ini juga cocok jika Anda cenderung menyukai data yang terstruktur dalam bentuk baris dan data. Aplikasi tersebut menerapkan engine database SQL dengan mandiri sehingga tanpa memerlukan server dan menggunakan konfigurasi sudah bersifat transaksional.

7. DBeaver

DBeaver adalah suatu platform yang memiliki mode grafik atau GUI. Anda bisa mendapatkannya dalam versi Community Edition atau gratis dan juga berlangganan sebelumnya untuk memperoleh fitur unggulan. Beberapa diantaranya adalah dukungan banyak platform dan beragam jenis ekstensi file.

Banyak orang memilih DBeaver ini karena mendukung beragam jenis database mulai dari MySQL, MS SQL Server, Postgre dan masih banyak agi. Anda juga bisa mendapatkannya dalam banyak versi sistem operasi seperti Windows, Mac Os X, Linux dan juga Solaris.

8. MongoDB

Aplikasi database kali ini mempunyai cara kerja yang memiliki orientasi secara open source dan cross platform. Tidak hanya itu saja, MongoDB juga digolongkan menjadi perangkat lunak dengan basis data NoSQL sehingga proses operasinya memakai prinsip hampir serupa seperti JSON.

MongoDB sudah tidak asing lagi bagi dunia programmer. Database ini akan mengutamakan entitas data dari tabel yang mempunyai keterkaitan satu dengan lainnya. Aplikasi ini menggunakan dokumen terstruktur seperti JSON karena mengaplikasikan Javascript.

9. Apache Cassandra

Platform satu ini bersifat cluster dimana mampu berdiri sendiri dan mempunyai benchmark yang dapat digunakan dengan lebih baik apabila dibandingkan dengan NoSQL lainnya. Apache Cassandra juga dapat menjamin keamanan dari data meskipun perangkat sedang dalam keadaan mati.

Tidak hanya itu saja, Apache Cassandra juga telah dilengkapi dengan tim pendukung sangat professional dan enterprise sehingga layak untuk memenuhi kebutuhan database yang kompleks. Aplikasi ini pun dirancang untuk mengelola data terstruktur dan jumlah kapasitas relatif besar.

10. Firebird

Firebird menjadi pilihan banyak orang ketika mereka ingin menghubungkan database dengan ponsel Androidnya. Platform ini awalnya dikenal sebagai Firebird SL yang merupakan software basisdata dengan memiliki banyak fitur standar seperti SQL-2003 dan ANSI SQL-99.

Firebird memiliki lisensi dari Initial Developers Public License dan kini sudah semakin sempurna ketika beberapa fiturnya telah mengalami peningkatan. Tidak heran jika aplikasi ini mempunyai banyak pengguna setia meskipun ada database terbaru dan menawarkan banyak menu secara lengkap.

Penutup

Setiap penggunaan aplikasi database memang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini tidak akan menjadi masalah apabila pengguna sudah mengetahui apa saja plus dan minus-nya sehingga mereka bisa menyesuaikan berdasarkan kebutuhan pengolahan data. Namun pastikan Anda menjatuhkan pilihan pada platform terbaik untuk jangka panjangnya.

Demikianlah pembahasan mengenai jenis jenis aplikasi database yang perlu diketahui, semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi banyak orang. Sekian dari saya dan terimakasih telah berkunjung di blog masdzikry, sampai jumpa pada tulisan saya selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *