Nur Alam Hanya manusia biasa bernama lengkap Moch Dzikry Nur Alam yang menyukai berbagai informasi seputar dunia teknologi dan komputer modern.

Transmisi Jaringan: Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

2 min read

Fungsi transmisi jaringan

Seperti yang kita tahu, semua perangkat yang ada di jaringan yang sama akan dapat saling terhubung. Setiap perangkat bisa mengirim atau menerima data dengan mudah dalam kurun waktu yang cepat. Hal ini tentu tidak akan bisa terjadi jika tidak ada transmisi jaringan yang menghubungkan masing-masing perangkat. Lalu apa sebenarnya fungsi transmisi jaringan itu?

Baca juga : pengertian dan fungsi jaringan personal area network

Singkatnya, media transmisi jaringan berperan sebagai penghubung antar perangkat agar satu sama lainnya memiliki koneksi. Dibutuhkan instalasi yang benar agar data yang dikirim salah satu perangkat tidak hilang dalam perjalanan.

Pengertian dan Fungsi Transmisi Jaringan

Transmisi jaringan merupakan media yang menjadi penghubung antara perangkat satu dengan perangkat lainnya. Saat ini, terdapat dua jenis transmisi jaringan yang banyak digunakan yakni kabel dan juga wireless.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perbedaannya ada pada kecepatan transfer data, kestabilan koneksi, kemudahan instalasi hingga ketahanan terhadap gangguan.

Ada beberapa contoh media transmisi yang perlu diketahui, diantaranya kabel serat optik dan kabel koaksial. Sementara untuk wirelessnya ada inframerah hingga frekuensi radio. Penerapan transmisi jaringan ada pada barang elektronik seperti remote TV, hotspot HP, jaringan komputer di sekolah hingga provider internet.

Jaringan komputer di sekolah menjadi contoh media transmisi menggunakan kabel. Meskipun penggunaan wireless juga banyak di sekolah-sekolah di Indonesia.

Cara Kerja Transmisi Jaringan

Cara kerja media transmisi berbeda-beda. Sebagai contoh kabel tembaga yang mengantarkan data dengan mengubah data menjadi listrik dan disalurkan melalui tembaga tersebut. Sementara kabel serat optik, mengirim data yang diubah dalam bentuk cahaya sehingga pengirimannya jauh lebih cepat.

Transmisi jaringan

Beda halnya dengan wireless atau nirkabel, dalam proses pengiriman datanya menggunakan gelombang radio. Dalam proses transmisinya tidak membutuhkan kabel, sehingga cocok untuk koneksi jarak jauh.

Akan tetapi, ini sangat rawan terhadap gangguan. Contohnya pada saat hujan, koneksi jelas akan lebih buruk dibandingkan sebelum hujan. Berbeda dengan transmisi menggunakan kabel tembaga maupun serat optik yang akan tetap stabil.

Jenis-jenis Media Transmisi Jaringan

Setelah paham dengan fungsi transmisi jaringan, kita lanjutkan dengan membahas jenis-jenis media transmisi lebih mendalam. Kita akan membahas mulai dari kelebihan dan kekurangannya, alasan pemilihannya, resikonya dan hal lainnya.

1. Media Transmisi Kabel

Media transmisi kabel memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan kestabilan koneksi. Tak heran jika media ini banyak diaplikasikan dalam sebuah jaringan komputer di sebuah gedung ataupun jaringan perkotaan.

Akan tetapi, media transmisi ini memiliki kekurangan dalam hal jangkauannya. Jika ingin menyalurkan perangkat di lokasi yang saling berjauhan, maka dibutuhkan kabel yang begitu panjang.

Di perkotaan, sebagian besar provider internet rumahan juga menggunakan kabel untuk mentransmisikan data. Dengan area yang lebih mudah dijangkau, penggunaan kabel lebih memungkinkan. Tapi resikonya jika kabel itu putus, maka perlu dilakukan perbaikan segera agar koneksi kembali pulih.

2. Media Transmisi Nirkabel atau Wireless

Karena menggunakan gelombang radio, media transmisi wireless tidak membutuhkan banyak kabel untuk mentransmisikan data. Kelebihannya ada pada instalasinya yang lebih mudah untuk mengkoneksikan perangkat yang berjauhan.

Namun, akan beresiko jika di area tersebut sering mengalami cuaca buruk. Bukan hanya jaringannya yang tidak stabil, perangkat wirelessnya bisa mengalami kerusakan. Biasanya, media transmisi ini banyak digunakan di daerah perbukitan maupun pedesaan. Di daerah tersebut, tidak banyak penghalang yang bisa menyebabkan koneksi menjadi buruk.

Contoh dalam skala kecilnya yakni jaringan wifi rumah atau hotspot HP. Keduanya juga menggunakan media transmisi wireless. Jadi memang fungsi transmisi jaringan begitu penting dalam kehidupan saat ini.

Penyebab Gangguan pada Transmisi Jaringan

Setidaknya ada tiga gangguan pada transmisi data yang membuat koneksi tidak stabil. Gangguan ini perlu untuk diperhatikan sebelum pemilihan media transmisinya.

1. Atenuasi

Atenuasi merupakan kondisi saat sinyal yang hilang disebabkan karena perubahan jarak antara pengirim dan penerima. Sebagian besar gangguan ini terjadi pada media transmisi wireless, meskipun pada media kabel juga sering terjadi.

Untuk contoh kasusnya seperti saat Anda mencoba untuk menjauhi access point wifi. Sinyal dipastikan akan berkurang dan berpengaruh terhadap koneksi.

2. Distortion

Gangguan distortion menyebabkan sinyal yang dikirim berbeda dengan hasil yang diterima media penerimanya. Masalah ini harus segera diselesaikan karena jika tidak, maka gangguan akan terus terjadi.

Jika Anda pernah mendengar speaker yang mengeluarkan suara yang tidak sesuai, itu menjadi salah satu contoh distortion. Fungsi transmisi jaringan memang bertujuan agar sinyal yang dikirim, sesuai saat diterima.

3. Noise

Noise merupakan kondisi ketika pengirim mengirimkan sebuah sinyal, namun ada sinyal lain yang masuk ke media transmisi. Akibatnya, sinyal yang dihasilkan tidak sesuai dan berantakan. Kasus ini banyak terjadi pada jaringan yang menggunakan media wireless.

Penutup

Nah itulah fungsi transmisi jaringan beserta jenis-jenisnya. Jika Anda bekerja di bagian sistem jaringan, pengetahuan mengenai hal ini penting untuk diketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk menambah wawasan kita bersama.

Nur Alam Hanya manusia biasa bernama lengkap Moch Dzikry Nur Alam yang menyukai berbagai informasi seputar dunia teknologi dan komputer modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.