Trafo: Pengertian, Jenis-jenis, Cara Kerja dan Fungsi Trafo

2 min read

Fungsi trafo

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai perangkat trafo, mulai dari pengertian, jenis-jenis trafo, cara kerja dan fungsi trafo menurut jenisnya yang perlu untuk anda ketahui. Seperti apa pembahasannya? simak lebih lanjut artikelnya di bawah ini.

Pengertian Trafo

Trafo merupakan perangkat yang akan Anda temukan pada setiap energi listrik dengan alternating current. Fungsi trafo secara umum adalah menukar tegangan arus dalam satu rangkaian. Hal itu dilakukan tanpa mempengaruhi daya listrik total atau keseluruhan.

Dengan begitu listrik yang bertegangan tinggi dengan arus kecil akan ditukar atau diubah menjadi listrik bertegangan rendah dengan arus yang besar. Hal tersebut berlaku sebaliknya juga.

Jenis-jenis Trafo

  1. Trafo Step Up
  2. Trafo Step Down
  3. Trafo CT dan Non CT
  4. Trafo PLN
  5. Trafo Distribusi
  6. Trafo Daya
  7. Trafo Arus

Cara Kerja Trafo

Trafo bekerja berdasar pada prinsip sederhana induksi timbal balik antara kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan tersebut yang membantu terjadinya perubahan energi pada satu rangkaian ke dalam rangkaian yang lain.

Baca juga : pengertian dan fungsi power supply pada komputer

Singkatnya, jika kumparan primer dalam trafo menerima arus bolak balik. Dimana arus bolak balik tersebut menghasilkan fluks yang berubah-ubah dan menghubungkan kumparan primer dengan kumparan sekunder karena letak yang berdekatan.

Fluks yang berubah-ubah secara terus menerus tersebut pada akhirnya menginduksi EMF. Sementara EMF sendiri juga telah diinduksi di dalam kumparan sekunder. Peristiwa ini adalah bentuk dari hukum induksi elektromagnetik Faraday.

Fungsi Trafo Menurut Jenisnya

Ada beberapa jenis trafo yang perlu Anda ketahui. Dengan adanya perbedaan jenis tersebut, maka juga ada beragam fungsi. Berikut ini fungsi trafo menurut jenisnya, diantaranya yaitu :

1. Trafo Step Up

Trafo jenis ini banyak digunakan pada rangkaian pembangkit tegangan perangkat elektronik. Seperti trafo inverter TV misalnya. Dimana trafo tersebut berfungsi untuk menaikkan tegangan maupun tegangan alternating current (AC).

2. Trafo Step Down

Jenis trafo ini amat mudah Anda temui. Sebab banyak digunakan dalam peralatan elektronik rumah tangga. Sebut saja kulkas salah satunya. Fungsi trafo untuk kulkas adalah mengatur tegangan agar listrik tidak padam ketika kulkas pertama kali dioperasikan.

Kebalikan dari trafo step up, trafo step down berfungsi menurunkan tegangan dari level tinggi ke rendah. Trafo ini berfungsi mengubah jaringan ke tegangan yang lebih rendah agar dapat digunakan pada peralatan rumah tangga. Contohnya untuk mengurangi tegangan tinggi PLN sehingga dapat diatur dalam perangkat elektronik rumah tangga.

3. Trafo CT dan Non CT

Jenis trafo selanjutnya adalah trafo CT dan juga trafo non CT. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi trafo CT yaitu untuk membentuk rangkaian power supply simetris dengan gelombang penuh. Hal ini serupa dengan yang umum digunakan pada amplifier masa kini yang dilengkapi dengan kutub positif, negatif dan juga netral.

Sementara trafo non CT adalah trafo dengan fungsi yang berlawanan dari trafo CT. Dimana trafo non CT ini membentuk power supply asimetris dengan hanya memiliki kutub negatif dan positif saja.

4. Trafo PLN

Trafo ini amat diperlukan keberadaannya di perusahaan penyedia listrik terbesar Indonesia. Sebab fungsi trafo PLN amat banyak dan juga penting. Salah satu fungsi umumnya adalah menaikkan dan menurunkan daya. Namun, selain itu masih banyak lagi fungsi-fungsi penting lainnya.

5. Trafo Distribusi

Untuk jenis trafo berikut ini, sesuai dengan namanya maka berfungsi sebagai distributor energi listrik. Trafo distribusi bekerja mendistribusikan energi listrik dari pusat pembangkit listrik menuju pemukiman atau perumahan, maupun lokasi industri.

6. Trafo Daya

Jenis trafo ini banyak digunakan pada gardu transmisi maupun pusat pembangkit listrik. Secara umum, tingkat insulasi dari jenis trafo ini tergolong tinggi. Secara fisik ukuran trafo daya juga terbilang besar.

Fungsinya trafo daya yakni membantu mentransfer atau menyalurkan daya bertegangan tinggi. Bahkan dayanya mampu mencapai hingga 33 kilo volt.

7. Trafo Arus

Trafo jenis ini berfungsi untuk mengonversi arus primer dengan nilai yang besar. Arus pada umumnya memiliki nilai puluhan hingga ribuan ampere. Nilai yang besar tersebut akan dikonversi ke dalam arus sekunder dengan nilai yang lebih rendah. Umumnya, arus sekunder hasil konversi tersebut bernilai sebesar 1 ampere atau 5 ampere sesuai dengan kebutuhan dalam pengaplikasian nantinya.

Penutup

Dengan memahami jenis, cara kerja dan fungsi trafo, saya harap anda lebih memahami perangkat elektronik ini. Akhir kata, demikianlah pembahasan singkat mengenai trafo. Semoga penjelasan di atas tadi dapat bermanfaat dan bisa anda pahami dengan baik, cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *