Pengertian dan 6 Fungsi Protokol Jaringan Komputer

2 min read

Pengertian dan Fungsi Protokol Jaringan Komputer

Saat ini, jaringan komputer terbagi menjadi beberapa jenis seperti Pan, Lan, Man dan Wan. Didalamnya juga terdapat beberapa protokol yang mengatur lalu lintas dari perangkat yang tersambung di jaringan tersebut. Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai pengertian dan fungsi protokol jaringan komputer yang perlu diketahui.

Pengertian Protokol

Protokol jaringan adalah sistem yang mengatur komunikasi secara online antar perangkat yang terhubung di sebuah jaringan. Keberadaan jaringan protokol ini cukup penting di era digital seperti sekarang ini, karena mampu memudahkan orang untuk saling berkomunikasi jarak jauh.

Baca juga : pengertian dan fungsi jaringan PAN

Tugas protokol jaringan akan akan berjalan maksimal jika dikombinasikan dengan perangkat lunak. Dengan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa hampir semua komunikasi yang melibatkan perangkat keras menggunakan jaringan protokol. Untuk mengetahui fungsinya dengan lebih lebih jelas, penjelasan di bawah ini akan membantu.

Fungsi Protokol pada Jaringan Komputer

Setidaknya ada enam fungsi jaringan protokol yang ada saat ini. Pengetahuan ini penting untuk Anda yang ingin berkarir di bidang telekomunikasi. Berikut dibawah ini beberapa fungsi protokol pada jaringan komputer, diantaranya yaitu:

1. Transmission

Saat menggunakan internet, keamanan data menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Banyak orang yang tidak bertanggung jawab berkeliaran di internet yang aksinya kerap merugikan penggunanya.

Maka dari itu, dibutuhkan proteksi untuk melindungi data agar tidak bocor ke orang-orang yang memiliki niatan tidak baik. Untuk memberikan jaminan keamanan, dibutuhkan transmission yang dapat melindungi data yang ada di internet.

Transmission ini sangat penting dan harus diterapkan dengan baik. Ini menyangkut keamanan dari data yang diunggah maupun diunduh. Transmission juga berfungsi untuk membatasi akses, mengatur batas koneksi hingga prioritas paket. Fungsinya memang kompleks berkaitan dengan keamanan jaringan.

2. Flow Control

Flow control memiliki fungsi yang penting untuk mengatur aliran data yang bersumber dari transmitter ke receiver. Perlu diketahui, data yang setiap harinya di transfer memiliki jumlah yang sangat banyak. Akan sulit untuk mengaturnya jika tidak menerapkan jaringan protokol. Fungsi jaringan protokol ini akan membantu untuk mengatur perjalanan jaringan agar sesuai dengan jalurnya.

Cara tersebut akan membuat kejadian-kejadian seperti data yang lambat ketika ditransfer ataupun kegagalan transfer data dapat diminimalisir. Dengan begitu, pengguna bisa lebih cepat dalam mengirimkan data ke pengguna lain tanpa adanya gangguan. Dalam penerapannya, biasanya juga memanfaatkan fitur Stop-And-Wait. Fitur ini akan membantu data benar-benar ditransfer secara teratur.

3. Connection Control

Fungsi jaringan protokol selanjutnya yakni sebagai connection control. Fungsinya untuk menetapkan koneksi dari transmitter ke receiver kemudian di-transfer dan mengakhiri hubungan. Jadi ada tiga fase dalam connection control, pertama penetapan koneksi, kedua fase transfer dan yang ketiga koneksi yang dihentikan. Fase-fase itu berjalan secara berurutan tanpa adanya kesalahan.

Connection control ini memiliki kinerja yang sangat baik. Karena saat adanya koneksi, connection control bisa menyala dan memperbaiki koneksi jika mengalami kerusakan. Dengan begitu, kesalahan yang berhubungan dengan koneksi dapat diminimalisir. Dalam penerapannya, ini akan membantu sistem yang membutuhkan koneksi yang stabil.

4. Error Control

Fungsi jaringan protokol inilah yang membuat pengguna jarang sekali mengalami masalah saat mengirim data. Error control bekerja secara realtime tanpa henti untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses transfer data. Saat ditemukan kesalahan, error control akan diberlakukan di semua protokol sampai ditemukan akar dari permasalahannya. Dan akhirnya diperbaiki sehingga koneksi berjalan normal kembali.

Lalu jika terjadi kesalahan, bagaimana dengan nasib paketnya ? Saat terjadi kesalahan, paket akan dibuang untuk memastikan koneksi tidak terganggu. Kesalahan-kesalahan ini dapat diperbaiki dengan cepat, sehingga pengguna mungkin tidak menyadarinya. Ini merupakan fungsi protokol dalam komunikasi data yang sangat penting.

5. Encapsulation

Agak sedikit rumit untuk membahas fungsi jaringan protokol, encapsulation. Dalam prosesnya, encapsulation memiliki lima tahap layering sehingga terlihat lebih lama. Prosesnya diawali dari layer utama, kemudian layer transport, dilanjutkan, layer network, layer data link sampai yang terakhir layer physical.

Encapsulation memiliki fungsi untuk melengkapi data yang nantinya akan dikirim. Informasi itu dikirim dengan address, kode koreksi dan yang lainnya. Terdapat tiga kategori kontrol dalam hal ini yakni alamat dari pengirim dan penerima, kemudian kode pendeteksi kesalahan dan yang terakhir kontrol protokol. Untuk contoh encapsulation diantaranya LLC, IEEE, ATM dan masih banyak lagi.

6. Fragmentasi dan Reassembly

Keduanya merupakan suatu hal yang berbeda, maka dari itu kita akan bahas satu persatu. Fragmentasi bisa diartikan sebagai pihak yang berbagi informasi melalui beberapa paket yang berbeda-beda. Sementara reassembly, merupakan suatu proses dimana paket-paket yang dibagi tadi akan dikumpulkan menjadi satu paket. Dengan menerapkan keduanya, proses error control akan lebih efisien sehingga kesalahan bisa diminimalisir.

Bagi Anda yang mempelajari ilmu telekomunikasi mungkin sudah familiar dengan fungsi jaringan protokol di atas. Jaringan protokol sebenarnya selalu ada dalam internet, namun tak banyak orang yang memahaminya lebih dalam.

Penutup

Selain memahami fungsinya, Anda juga sebaiknya mengetahui jenis-jenis protokol. Jaringan protokol yang dikenal saat ini diantaranya TCP/IP, UDP, Ethernet, HTTP dan FTP. Dan sekian penjelasan mengenai fungsi protokol jaringan komputer, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *