Bandwidth: Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

2 min read

Pengertian bandwidth

Istilah bandwidth sering terdengar pada saat membahas hal-hal yang berkaitan dengan server hingga akses internet. Meskipun banyak yang mengetahui istilah ini, sebagian mungkin belum memahami pengertian bandwidth secara lengkap. Ada beberapa jenis-jenis bandwidth yang perlu diketahui jika ingin memahami lebih mendalam mengenai hal tersebut. Mulai dari bandwidth analog hingga digital, dan masih ada beberapa contoh lainnya.

Baca juga : cara melihat tipe laptop windows dengan benar

Sementara cara kerja bandwidth sangat dipengaruhi oleh fungsinya. Sebagai contoh, jika bandwidth digunakan untuk membatasi pengiriman data, maka cara kerjanya yaitu dengan melakukan pembatasan pengiriman data sesuai jumlah yang telah ditentukan.

Pengertian Bandwidth

Bandwidth merupakan batas maksimal besaran transfer yang bisa dilakukan, dan dihitung dalam satuan bit per detik. Ada beberapa faktor yang membuat bandwidth ini perlu diatur. Seperti agar semua pengguna bisa menggunakan bandwidth secara maksimal, kemudian mencegah penggunaan yang berlebihan dan lain sebagainya. Semakin besar bandwidth yang didapatkan, maka aksesnya akan lebih cepat.

Untuk lebih jelasnya, kita asumsikan bandwidth seperti sebuah jembatan yang sering dilalui banyak orang. Semakin lebar jembatan, maka akan lebih banyak orang yang bisa lalu lalang menyeberang. Selain itu, orang-orang juga akan lebih cepat ketika menyebrang karena tidak perlu berhimpitan. Besaran bandwidth berpengaruh terhadap kelancaran dari arus pengiriman dan penerimaan data.

Baca juga : perbedaan vga card dan vga onboard

Penerapan bandwidth tidak hanya pada teknologi internet saja. Pada ilmu elektronika, istilah bandwidth juga dipakai untuk membedakan frekuensi tinggi dan rendah pada sinyal radio, ini diukur dalam satuan Hertz(Hz). Semakin besar bandwidth yang didapatkan, maka proses pengiriman data melalui sinyal radio akan semakin cepat dan besar.

Saat diterapkan, diperlukan manajemen bandwidth agar penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pengertian manajemen bandwidth merupakan proses untuk mengatur besaran bandwidth yang akan didapatkan oleh pengguna. Ini penting dilakukan karena bertujuan untuk menjaga agar layanan dapat terus digunakan. Manajemen bandwidth biasanya dilakukan menggunakan metode discard packet, TCP rate control dan Queueing.

Fungsi Bandwidth

Setelah memahami mengenai pengertian bandwidth, kita lanjut membahas fungsi dari bandwidth itu sendiri. Berikut dibawah ini beberapa fungsi bandwidth yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Untuk mengukur jalur pengiriman data

Bandwidth digunakan sebagai ukuran jalur pengiriman yang didapatkan oleh sebuah perangkat pengakses. Setiap perangkat bisa diberikan bandwidth yang berbeda-beda, ini dilakukan pada saat manajemen bandwidth.

Jika berhubungan dengan internet, bandwidth ini memiliki fungsi yang sangat penting. Saat memilih provider internet, Anda pasti akan memilih provider yang menawarkan bandwidth yang besar. Hal ini bertujuan agar kecepatan internet yang didapatkan lebih baik.

2. Mengatur kecepatan transfer data

Fungsi lain dari bandwidth yakni untuk mengatur kecepatan transfer data yang didapatkan oleh masing-masing pengguna. Tujuannya agar pengguna tidak saling rebut bandwidth yang mengakibatkan kecepatannya tidak stabil. Jika tidak dilakukan pengaturan, maka sebagian besar bandwidth akan terpakai oleh pengguna yang sedang membutuhkan bandwidth tinggi, seperti ketika mendownload file besar.

3. Mengatur besaran data yang bisa ditransfer

Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan jaringan ketika digunakan oleh pengguna. Pengelola bisa mengatur besaran data yang bisa didownload dari internet agar jaringan tetap stabil. Pengunduhan file yang terlalu besar akan memberikan trafik tinggi ke jaringan. Hal ini bisa membuat pengguna lain tidak mendapatkan jatah bandwidth untuk mengakses internet.

Dengan membaca mengenai fungsinya, pengertian bandwidth pasti akan lebih mudah dipahami. Fungsi bandwidth memang sangat beragam, karena disesuaikan dengan fungsinya. Untuk lebih jelasnya, pahami contoh-contoh bandwidth di bawah ini.

Jenis-jenis Bandwidth

Adapun beberapa jenis dari bandwidth yang juga perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Bandwidth digital

Bandwidth ini merupakan jumlah data yang bisa dikirim melalui sebuah jaringan dan dihitung dalam satuan bit per detik. Jenis bandwidth ini akan mengirimkan sebuah data dalam bentuk digital melalui kabel maupun tanpa kabel (nirkabel). Kecepatannya sangat diperngaruhi oleh besaran bandwidthnya, dan juga perangkat yang digunakan.

2. Bandwidth download dan upload

Bandwidth download sendiri merupakan kecepatan akses ketika pengguna mendownload sebuah file dari internet. Sebaliknya, bandwidth upload ini berkaitan dengan kecepatan pada saat pengguna mengupload file ke internet.

3. Bandwidth analog

Bandwidth ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan jenis bandwidth sebelumnya. Perbedaannya ada pada satuannya yang menggunakan Hertz (Hz) dan juga pengirimannya yang melalui saluran radio.

4. Bandwidth hosting

Contoh bandwidth memang ada banyak, ini tergantung dengan fungsinya. Bandwidth hosting sendiri merupakan besaran pertukaran data yang terjadi pada sebuah website. Jika data yang ada pada website diunduh oleh pengguna, maka akan mengurangi jatah bandwidth. Jika dalam kurun waktu tertentu bandwidth telah habis, website dipastikan tidak akan bisa diakses.

Penutup

Nah itulah penjelasan mengenai pengertian bandwidth, fungsi dan juga contoh-contohnya. Pada dasarnya, pengertian bandwidth sangat mudah dipahami, apalagi bagi Anda yang sering berhubungan dengan internet. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai teknologi informasi termasuk bandwidth, cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *