8 Kelemahan dan Kelebihan Static Routing

2 min read

Kelemahan dan kelebihan static routing

Routing adalah proses penting dalam sistem jaringan komputer untuk meneruskan informasi pada receiver atau user sesuai rutenya. Ada dua jenis routing dalam jaringan dan kali ini Kita akan membahas kelemahan dan kelebihan static routing. Namun sebelumnya mari Kita pahami dulu pengertian routing static.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan email

Routing static merupakan proses routing yang bersifat manual. Sebab memerlukan keberadaan operator juga administrator guna mengawasi kerja router. Router sendiri adalah hardware yang berperan sebagai komponen utama sebuah perangkat dalam mengakses jaringan internet.

Kelebihan dan Kekurangan Static Routing

Sesuai definisinya, static routing yang bersifat manual maka router bekerja sesuai arahan administrator maupun operator melalui table routing. Sehingga baik buruk kinerja router juga tergantung dari kepiawaian administrator juga operator dalam membuat tabel routing. Berikut ini beberapa kelemahan dan kelebihan static routing.

Kelebihan Static Routing

  • Proses routing dapat diawasi dengan lebih mudah. Dengan static routing yang bersifat manual, pengawasan akan kinerja router lebih mudah karena baik administrator maupun operator sudah paham rute dalam proses routing. Sehingga ketika terjadi kesalahan, operator dan administrator dapat segera memperbaikinya. Mereka hanya perlu melihat tabel routing dan kesalahan yang muncul dapat segera diatasi.
  • Tingkat keamanan lebih tinggi. Apabila dibandingkan dengan dynamic routing, tingkat keamanan dari static routing dinilai jauh lebih baik. Sebab kemungkinan terjadinya komunikasi antara router satu dan lainnya sangat kecil. Dengan begitu kemungkinan suatu jaringan untuk mengalami peretasan atau hacking melalui router juga dapat diminimalkan.
  • Pada saat terjadi kesalahan, akan lebih mudah dideteksi. Dengan konfigurasi manual, administrator dan operator dapat menganalisa serta mendeteksi kesalahan pada saat proses routing tengah berjalan. Sementara jika kesalahan ada pada hardware, maka koneksi internet dan juga proses routing akan terputus. Pada saat itu terjadi, maka komputer akan mengalami hang.
  • Poin terakhir keuntungan router static adalah Manajemennya lebih mudah. Dengan menggunakan static routing, maka proses routing dapat berjalan lebih efisien. Sebab administrator hanya harus memberikan perintah melalui tabel routing terkait jalur yang harus dilalui saat proses routing berlangsung. Selain itu penutupan jalur routing secara manual juga bisa dilakukan jika memang diperlukan.

Kekurangan Static Routing

  • Hanya cocok digunakan dalam dalam jaringan berskala kecil
  • Apabila dibandingkan dengan routing dinamis, maka administrasi dari static routing terbilang lebih rumit. Terlebih lagi jika ada banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual
  • Administrator dan operator jaringan harus memahami segala macam informasi terkait router yang dipakai
  • Entri data yang dilakukan secara manual, rentan akan terjadinya kesalahan entri

Ciri-ciri dan Cara Kerja Static Routing

Static routing

Setelah membahas secara mendalam definisi juga kelemahan dan kelebihan static routing, kini Kita lanjutkan dengan ciri-ciri juga cara kerjanya. Berikut adalah ciri-ciri dari static routing.

  • Tabel routing diisi secara manual oleh administrator jaringan
  • Administrator yang menentukan jalur spesifik proses routing
  • Digunakan pada jaringan yang berskala kecil

Sementara untuk cara kerja dari statistic routing dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu:

  • Proses routing yang dijalankan oleh router berdasarkan informasi dari tabel routing
  • Konfigurasi router dilakukan oleh administrator
  • Administrator memakai perintah IP dengan cara manual untuk mengkonfigurasi router dengan static routing. Sementara static routing meneruskan paket data ke dalam jaringan

Dengan memahami penjelasan tentang ciri-ciri dan juga cara kerja dari static routing, semakin menguatkan penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan static routing yang Kita bahas sebelumnya. Lalu, apa sebenarnya fungsi dari static routing? Mari Kita simak penjelasan berikutnya.

Fungsi Static Routing

Berdasarkan pada definisi atau pengertian, ciri-ciri, serta kelebihan dan kekurangan static routing, maka dapat kita simpulkan bahwasanya fungsi dari static routing yaitu:

  • Sebagai routing redistribution atau yang meneruskan informasi rute dari satu protokol ke lainnya. Dimana routing ini biasanya digunakan pada jaringan berskala kecil (LAN) yang hanya memiliki rute kurang dari lima
  • Sebagai back up bagi dynamic routing yang bisa saja mati secara tiba-tiba

Dari keseluruhan penjelasan di atas, maka dapat Kita simpulkan jika static routing adalah metode routing yang mekanisme kerjanya bergantung pada tabel routing yang dikonfigurasi secara manual. Metode ini menjadi pilihan yang biasa dipakai pada jaringan berskala kecil yang terdiri atas kurang dari lima router.

Merujuk pada kelebihan dan kekurangan static routing, maka untuk mengoptimalkan fungsinya penting sekali bagi administrator mengisi tabel routing dengan benar. Sebab konsep dasar routing bekerja dengan tujuan menemukan kecocokan entri.

Jika entri tidak cocok dengan tabel routing dan tidak menemukan default route, maka router akan membuang paket yang harusnya diteruskan. Sebab itulah administrator harus teliti.

Penutup

Semoga dengan penjelasan tentang seluk beluk serta kelebihan dan kekurangan static routing ini dapat menambah pengetahuan serta bermanfaat. Dengan begitu Kita dapat memanfaatkannya dengan tepat, cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *