Pengertian dan 6 Fungsi Prototype bagi Perusahaan

2 min read

Fungsi prototype

Prototype seringkali diartikan sebagai contoh awal dari sebuah produk. Dimana fungsi prototype ini adalah mengenalkan sebuah sampel produk yang belum diproduksi secara masal. Namun, apakah fungsinya hanya itu saja ? Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai fungsi-fungsi lainnya dari protoptype. Terutama dampaknya bagi perusahaan.

Pengertian Prototype

Prototype ialah contoh awal atau sampel dari produk yang belum diproduksi secara massal. Prototype bertujuan untuk mengenalkan sebuah contoh kecil dari produk ke pasar atau calon konsumen yang memiliki jumlah kecil dan sangat terbatas.

Baca juga : fungsi iklan bagi pemerintah dan perusahaan

Dengan begitu, perusahaan akan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai keinginan dan selera konsumen. Sehingga jika sampel/contoh produk tersebut banyak diminati masyarakat. Diharapkan jika produk tersebut diproduksi secara masal dan besar-besaran dapat mudah terjual dengan cepat.

Misalnya prototype berupa produk kecantikan berbahan dasar rumput laut yang rencananya akan menjadi inovasi dan uji coba dengan berbagai produk serupa. Saat prototype yang dibuat dengan bahan dasar rumput laut tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Maka, perusahaan seolah sudah mendapatkan sinyal, bahwa produk tersebut akan disukai masyarakat, jika nantinya diproduksi secara masal.

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan prototype artinya model asli yang menjadi contoh. Fungsi prototype ini secara garis besar adalah mengenai sebuah produk yang akan dibuat kepada konsumen.

Fungsi Prototype Dan Keuntungannya

Dalam membuat prototype ini, sebuah perusahaan tentunya memiliki tujuan-tujuan tertentu. Sehingga bisa dikatakan, bahwa pembuatan prototype ini tidak semata-semata hanya untuk melihat keinginan konsumen saja. Tujuannya secara tidak langsung, erat kaitannya dengan fungsi dari prototype bagi perusahaan itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan dibawah ini mengenai beberapa fungsi serta keuntungan prototype bagi perusahaan. Diantaranya yaitu:

1. Memberikan Gambaran Produk

Fungsi prototype bagi perusahaan yang pertama yaitu memberikan gambaran secara utuh mengenai suatu produk. Artinya, saat prototype produk tersebut dibuat serta diperkenalkan kepada masyarakat.

Perusahaan akan bisa lebih mudah dalam menganalisa produk, target serta strategi pemasaran, hingga kepuasan konsumen. Jika nantinya produk tersebut diproduksi dalam jumlah banyak.

2. Mengukur Daya Beli Masyarakat dan Target Pasar

Prototype juga dimaksudkan untuk mengukur daya beli masyarakat. Dalam arti, jika prototype tersebut disukai banyak orang. Maka otomatis produk yang nantinya akan diproduksi secara masal itu pun bisa saja terjual dalam jumlah banyak. Yang tentunya juga berdampak pada target pasar yang akan menjadi tujuan perusahaan selanjutnya.

Cara seperti ini biasanya dilakukan oleh beberapa perusahaan otomotif. Dimana perusahaan tersebut akan membuat prototype otomotif terlebih dahulu, sebelum memproduksi dalam jumlah banyak. Baru setelah dirasa, produk tersebut disukai masyarakat. Maka perusahaan akan mulai melakukan produksi secara besar-besaran.

3. Memberikan Kesempatan bagi Pihak Lain Untuk Mengembangkan Ide

Dengan membuat prototype bisa menjadi langkah untuk memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk mengembangkan ide. Misalnya prototype produk kecantikan yang dibuat perusahaan kosmetik. Selain mengenalkan produk baru. Secara tidak langsung, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada konsumen, untuk menyempurnakan produk.

Apakah prototype tersebut sudah sempurna untuk diproduksi, ataupun konsumen menginginkan tambahan komposisi lainnya. Contohnya komposisi bengkoang sebagai pencerah alami. Ataupun tambahan komposisi lainnya.

4. Menghemat Biaya Produksi

Salah satu fungsi prototype lainnya yaitu, perusahaan tersebut bisa menghemat biaya. Setidaknya jika dibandingkan dengan produk yang langsung diproduksi dalam jumlah besar. Yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype.

Karena bisa saja, produk yang dibuat tanpa melalui prosedur prototype tersebut. Justru malah anjlok di pasaran, dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan konsumen misalnya. Sehingga untuk membuat prototype terlebih dahulu, dianggap penting. Karena selain bisa mengukur sejauh mana produk tersebut disukai konsumen. Juga tentunya untuk menghemat anggaran biaya.

5. Meminimalisir Resiko

Ada beberapa perusahaan yang sengaja membuat prototype untuk meminimalisir resiko. Sehingga saat prototype tersebut dibuat, perusahaan bisa mendeteksi seandainya ada kerusakan ataupun kekurangan dalam produk yang akan diproduksi.

Jika ternyata, memang masih terdapat kekurangan dan resiko pada prototype. Maka perusahaan tentunya akan memperbaiki kerusakan tersebut. Yang tentunya bisa lebih menyempurnakan kualitas dan mutu dari produk yang akan diproduksi nantinya.

6. Sebagai Presentasi kepada Investor

Selain yang telah disebutkan di atas, fungsi prototype lainnya yaitu sebagai presentasi kepada investor. Dimana untuk mendapatkan sejumlah tambahan dana dan modal, perusahaan tentunya membutuhkan bantuan investor.

Nah, untuk meyakinkan investor ini. Maka perusahaan haruslah melakukan sebuah presentasi, dengan prototype sebagai medianya. Dengan adanya prototype ini, investor akan memperoleh gambaran mengenai produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut.

Penutup

Demikianlah pembahasan singkat yang dapat saya bagikan mengenai beberapa fungsi prototype bagi perusahaan. Dari semua penjelasan diatas, bisa diperoleh kesimpulan bahwa prototype ini ternyata memiliki peran penting dalam sebuah kelangsungan dan kinerja perusahaan.

Maka tak heran, banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk membuat sebuah prototype dari sebuah produk. Fungsinya tak lain, yaitu seperti yang telah dijelaskan di atas. Cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *