9 Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree dalam Jaringan

2 min read

Kelebihan dan kekurangan topologi tree

Topologi pada suatu jaringan komputer merupakan rangkaian dari beberapa komputer atau perangkat yang saling terhubung antara satu dengan yang lain, nah pada kesempatan ini saya akan membahas beberapa kelebihan dan kekurangan topologi tree dalam jaringan komputer.

Pengertian Topologi Tree

Pada dasarnya, topologi tree merupakan kombinasi dari topologi star dan topologi hub. Topologi tree seringkali juga disebut sebagai topologi bertingkat. Sepertinya namanya, Topologi Tree (Pohon) mirip dengan struktur pohon yang terdiri dari cabang dan ranting yang dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan dari administrator jaringan.

Baca juga : pengertian dan macam topologi jaringan komputer

Topologi tree terdiri dari beberapa client yang dikelompokkan menjadi beberapa topologi star dapat diibaratkan sebagai ranting yang dapat terhubung satu sama lain melalui topologi bus yang diibaratkan sebagai cabang penghubung jalur tulang punggung (backbone) aliran komunikasi data menuju sentral.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree

Topologi tree termasuk topologi jaringan yang paling sering digunakan karena memiliki beragam keunggulan, salah satunya yaitu mempermudah proses pengembangan jaringan dengan skala yang lebih besar. Agar lebih paham, simak lebih lanjut pembahasannya dibawah ini.

Kelebihan Topologi Tree

Berikut dibawah ini beberapa point mengenau kelebihan topologi tree dalam jaringan komputer yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu:

1. Cocok diterapkan untuk jaringan skala besar

Keunggulan utama dari topologi tree ialah sangat cocok untuk diiterapkan pada jaringan komputer dengan skala besar, contohnya ialah jaringan komputer pada suatu perusahaan. Topologi tree dapat membentuk suatu kelompok baru yang dibutuhkan pada setiap saat.

2. Mempermudah pengembangan jaringan

Karena sifatnya yang sangat scalable, maka akan sangat memudahkan dalam melakukan pengembangan jaringan maupun penambahan client tanpa mengganggu jaringan kelompok client yang lain. Dan ketika suatu saat perlu ada perampingan jaringan, maka dapat langsung diputus dari bagian hub nya tanpa harus mematikan jaringan client satu persatu.

3. Mempermudah mengatur bandwidth antar perangkat

Komunikasi antar client dilakukan secara bertahap sesuai dengan hirarki tingkatan yang terdapat pada topologi tree, sehingga manajemen data ataupun manajemen bandwidth dapat dilakukan secara lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan efesiensi dalam pengelolan aliran komunikasi data pada suatu jaringan.

4. Kerusakan yang tidak mempengaruhi antar client

Jika salah satu client mengalami error ataupun kegagalan pada jaringan, client yang lain tidak akan terpengaruh. Akan tetapi, tentunya jika yang terdapat error ialah pada bagian hub yang terhubung pada backbone, maka otomatis seluruh client yang dinaungi oleh hub tersebut akan ikut merasakan kegagalan komunikasi. Namun hal ini tidak akan berpengaruh kepada hub yang lain.

Kekurangan Topologi Tree

Setiap kelebihan pasti ada kekurangan, begitu juga dengan topologi tree. Berikut dibawah ini beberapa kekurangan topologi tree yang telah saya rangkum dari berbagai sumber, diantaranya yaitu:

1. Jika hub bermasalah, seluruh client terganggu

Seperti yang telah disinggung pada poin keunggulan terakhir diatas, salah satu kekurangan dari topologi tree ialah pada hub yang terhubung langsung dengan backbone. Jika hub mengalami gangguan, maka semua client (pada hirarki dibawahnya) yang terhubung melalui hub tersebut juga akan merasakan imbasnya.

2. Sangat bergantung pada jaringan backbone utama

Seluruh jaringan bertingkat yang terdiri dari hub (cabang) dan client (ranting) akan terkoneksi pada suatu jaringan tulang punggung utama (backbone) sehingga jalur backbone menjadi sangat vital. Jika terdapat gangguan pada backbone maka seluruh jaringan kemungkinan dapat mengalami gangguan pada aktivitas koneksinya.

3. Membutuhkan banyak kabel dan hub

Selain bergantung pada backbone utama, jaringan dengan topologi yang bertingkat dan memiliki banyak cabang memerlukan kabel dan hub yang cukup banyak untuk dapat menghubungkan jalur komunikasi kelompok client hingga jalur backbone. Namun hal ini dapat diantisipasi jika jaringan komputer menggunakan jaringan nirkabel (wireless).

4. Aliran data yang dihasilkan relatif lebih lambat

Karena struktur jaringan yang dibentuk merupakan topologi bertingkat, artinya data dari sentral tidak langsung tiba di client, melainkan harus melewati backbone dan transit pada hub terlebih dahulu. Hal ini membutuhkan waktu pengiriman data yang lebih lama jika dibandingkan dengan topologi yang menghubungkan client dengan backbone secara langsung.

5. Dapat berpotensi membuat kepadatan pada backbone

Meskipun aliran data dapat dibagi dengan baik melalui ranting hub menuju client, akan tetapi semua hub akan mengumpulkan semua aliran data dari sejumlah client pada backbone utama. Sehingga sangat berpotensi menimbulkan beban berlebih pada jaringan backbone dan berpotensi menimbulkan gangguan pada stabilitas jaringan komputer.

Kesimpulan

Setiap metode topologi jaringan tentu mempunyai sebuah kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Topologi tree merupakan topologi yang sangat sering digunakan pada suatu jaringan skala besar yang memerlukan penambahan client secara cepat.

Meskipun demikian, perlu dipertimbangkan tentang kapasitas beban yang dapat ditanggung oleh jalur utama (backbone). Karena pada jaringan tree semua aliran komunikasi data akan bermuara di backbone.

Penutup

Akhir kata, demikianlah penjelasan singkat yang dapat saya bagikan mengenai kelebihan dan kekurangan topologi tree pada suatu jaringan komputer. Cukup sekian dan terimakasih, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *