Transmisi Kendaraan: Pengertian, Fungsi dan Jenis-jenisnya

2 min read

Fungsi transmisi kendaraan

Ketidakpahaman mengenai suatu hal seperti sistem transmisi pada kendaraan kerap kali menyebabkan kerusakan yang fatal. Berbicara mengenai transmisi, komponen ini ada pada sebuah kendaraan seperti mobil atau motor. Fungsi transmisi sangat penting, sehingga harus ada pada sebuah kendaraan bermotor. Mungkin Anda sendiri sudah mengenal dengan komponen ini, namun masih belum memahami fungsi sebenarnya.

Baca juga : fungsi perangkat lunak pada komputer

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas secara mendalam mengenai transmisi pada kendaraan bermotor. Mulai dari pengertian, fungsi serta jenis-jenisnya. Seperti apa pembahasannya? simak lebih lanjut di bawah ini.

Pengertian Transmisi Kendaraan

Pengertian transmisi sendiri merupakan suatu sistem yang berguna untuk mengubah torsi dan kecepatan dari mesin ke torsi dan kecepatan yang berbeda, yang nantinya akan diteruskan ke penggerak akhir. Dengan adanya transmisi ini, pengguna bisa mengubah kecepatan dari lambat ke cepat ataupun sebaliknya. Untuk lebih jelasnya, simak informasi di bawah ini.

Fungsi Transmisi Kendaraan

Terdapat beberapa fungsi transmisi yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu nantinya Anda bisa memanfaatkan sistem ini secara maksimal saat menggunakan kendaraan. Berikut ini beberapa fungsi dari sebuah transmisi.

1. Mengubah tenaga mesin sesuai kebutuhan

Dalam menggunakan kendaraan, perubahan momen ini harus diperhatikan dengan baik. Transmisi mampu membantu Anda untuk mengubah momen yang dapat dihasilkan oleh mesin sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhannya sendiri dapat diketahui berdasarkan kecepatan, beban kendaraan maupun kondisi jalan yang dilalui.

Beberapa hal tersebut mempengaruhi kemampuan kendaraan saat melaju. Kendaraan akan membutuhkan suatu tenaga yang besar pada saat berjalan di tanjakan, ataupun saat pertama kali melaju setelah kondisi diam. Agar kendaraan mampu mengeluarkan tenaga yang besar, transmisi harus diubah ke gigi rendah atau gigi satu.

Saat berada di jalanan yang datar atau menurun, kendaraan tidak membutuhkan tenaga yang besar. Sehingga bisa mengubah transmisinya lebih tinggi agar mobil bisa melaju lebih cepat. Pengendara mengontrol penuh perubahan gigi yang dilakukan.

2. Membantu untuk berjalan mundur

Dalam beberapa kondisi, kendaraan harus bisa mundur dengan baik. Contohnya pada saat parkir atau menghindari suatu kejadian di depan kendaraan. Ini menjadi salah satu fungsi transmisi manual yang penting, meskipun pada transmisi otomatis tetap bisa dilakukan. Fungsi transmisi ini hanya bisa diterapkan pada kendaraan lebih dari dua roda termasuk mobil.

Untuk bisa membuat kendaraan bisa berjalan mundur, pengguna harus mengubah tugas gigi persnelingnya ke posisi R atau reverse. Pergerakan akan dilakukan secara terbaik, seperti halnya ketika menekan tuas gas, mobil akan berjalan mundur. Mobil akan bergerak perlahan mundur sesuai dengan kekuatan penekanan tuas gasnya.

3. Membuat mesin tetap hidup saat kondisi netral

Dengan adanya komponen transmisi, memungkinkan pengguna untuk tetap menyalakan mesin dalam kondisi netral. Kondisi ini terjadi pada saat tidak ada roda gigi pada transmisi sehingga membuat kendaraan tidak bisa berjalan. Untuk melakukannya, hanya perlu mengubah transmisi gigi ke posisi N atau neural.

Cara kerja transmisi untuk fungsi ini sebenarnya sangat simpel. Posisi netral terjadi saat putaran input transmisi tidak diteruskan ke poros output transmisi. Dengan begitu, gigi transmisi tidak saling berkaitan yang membuat poros output transmisi tidak berputar saat poros input berputar. Hal ini biasanya dilakukan saat parkir untuk durasi yang singkat.

4. Meneruskan tenaga dan putaran

Ini merupakan fungsi transmisi yang paling utama pada kendaraan. Berfungsi untuk meneruskan tenaga dan putaran mesin dari kopling ke bagian poros propeller. Tenaga yang bersumber dari mesin nantinya dapat memutar plat kopling yang sudah dirancang terhubung dengan input shaft transmisi.

Setelah input shaft transmisi berputar, rangkaian serta susunan gear yang ada pada transmisi juga akan berputar sesuai dengan kebutuhan. Putaran yang ada pada roda gigi ini berakhir di output shaft transmisi yang berhubungan dengan propeller. Dengan adanya putaran mesin dan tenaga itu yang disalurkan oleh transmisi sampai ke propeller dan roda, akan membuat kendaraan mampu bergerak.

Jenis-jenis Transmisi Kendaraan

Jenis transmisi kendaraan

Setelah mengetahui fungsi transmisi, jenis-jenis transmisi juga sebaiknya diketahui. Setidaknya ada tiga jenis transmisi pada sebuah kendaraan. Diantaranya yaitu:

1. Transmisi Manual

Jenis transmisi ini banyak digunakan pada kendaraan bermotor. Dalam penggunaannya, transmisi dapat diatur dengan menggunakan clutch dengan kontrol penuh oleh penggunanya. Fungsinya untuk memindahkan torsi dari mesin ke transmisi dan juga untuk memindahkan gigi. Dalam transmisi ini terdapat beberapa komponen seperti input shaft, counter gear dan shaft, bearing, gear percepatan, clutch hub, hub sleeve dan synchronizer ring.

2. Transmisi Otomatis

Banyak orang yang tidak ingin repot untuk melakukan perpindahan gigi pada saat menggunakan kendaraan. Maka transmisi otomatis dipilih karena bisa memindahkan gigi percepatan secara otomatis. Pada jenis transmisi ini, roda gigi planetari memiliki fungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi layaknya transmisi manual.

3. Transmisi Semi Otomatis

Jenis transmisi ini memungkinkan penggunanya untuk memindahkan gigi percepatan tanpa harus menginjak kopling terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan karena menggunakan sensor elektronik, prosesor serta aktuator. Banyak orang di daerah yang terkenal dengan kemacetannya menggunakan kendaraan dengan transmisi semi otomatis.

Penutup

Demikian informasi mengenai fungsi transmisi beserta jenis-jenisnya. Pengetahuan ini sebenarnya penting untuk dimiliki sebelum Anda membeli kendaraan. Cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *