Pengertian dan Fungsi Bank Sentral Bagi Keuangan Negara

2 min read

Pengertian bank sentral

Apakah Anda pernah mendengar Bank sentral? Pasalnya Bank sentral bukanlah bank umum yang berada di tengah-tengah lingkungan kita, melainkan lembaga keuangan independen yang mempunyai kebijakan moneter. Nah pada pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai fungsi bank sentral bagi keuangan negara yang perlu anda ketahui.

Pengertian Bank Sentral

Bank sentral ialah institusi keuangan atau lembaga keuangan yang berada di antara perusahaan perbankan dengan pemerintah, di mana lembaga ini ditujukan untuk kebijakan publik bukan melayani kepentingan individu.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan demokrasi terpimpin

Contoh bank sentral yang ada di Indonesia yaitu Bank Indonesia (BI), dimana lembaga tersebut bertanggung jawab pada kebijakan moneter dan bertanggung jawab atas kestabilan ekonomi di negara ini.

Fungsi bank sentral sangat penting bagi kehidupan negara, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan. Dimana bank ini bukan hanya sebagai lembaga perbankan umum, melainkan berfungsi untuk mengelola uang yang beredar di masyarakat, permasalahan inflasi serta transaksi valuta asing.

Berbeda dengan bank pada umumnya, di mana fungsi bank sentral yaitu tidak mendapatkan keuntungan, melainkan mengefisiensikan transaksi keuangan dan menjaga stabilitas moneter serta makro ekonomi sebuah negara.

Tak sampai di situ, bank sentral juga memiliki fungsi penjaga dan memastikan fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan dengan baik melalui bunga acuan. Makanya tidak heran jika bank ini memiliki peran yang sangat penting sebagai pengaturan ekonomi negara.

Fungsi Bank Sentral

Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut di bawah ini merupakan beberapa fungsi bank sentral yang bisa Anda ketahui, di antaranya yaitu:

1. Sebagai Benker

Benker kalau dalam Bahasa Indonesia ialah kepala bank. Pada suatu Negara pasti ada yang namanya bank sentral. Fungsi bank sentral disini yaitu sebagai sumber utama pinjaman bagi bank-bank cabang dan menjadi sumber akhir bagi mereka untuk mendapatkan pinjaman. Jadi, ketika bank-bank cabang mengalami kesulitan likuiditas, maka bank sentral ini yang akan memberikan pinjaman kepada mereka.

2. Sentral Pembuatan Uang

Bank sentral sebagai pusat utama pembuatan uang. Dalam hal ini bank central berfungsi untuk mengeluarkan dan mengedarkan atau menerbitkan uang dalam sebuah perekonomian suatu negara. Bank ini memiliki kekuasaan dalam mencetak uang demi kelancaran aktivitas perdagangan serta produksi.

Pembuatan atau pencetakkan uang dilakukan oleh bank ketika meningkatnya perekonomian dan penambahan uang kartal yang diedarkan, adanya uang yang tidak layak edar dan harus dimusnahkan, dan untuk menjaga persediaan untuk kecukupan kas bank. Menurut Burhanudin, pada saat pencetakkan mata uang yang seharusnya menghitung untuk perencanaan kebutuhan uang yang akan dikeluarkan di suatu Negara yakni bank sentral.

3. Menstabilkan nilai mata uang

Fungsi bank sentral selanjutnya yaitu untuk menstabikan nilai mata uang. Dia menstabilkan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang digambarkan dalam kestabilan tingkat inflasi di suatu negara.

Inflasi sendiri merupakan kecenderungan naiknya harga barang serta jasa. Dimana kenaikan tersebut berlangsung secara terus-menerus sehingga lama-kelamaan harga barang dan jasa dalam negeri meningkat seiring kenaikan inflasi.

Bukan hanya itu, fungsi bank sentral juga bisa menstabilkan mata uang dari negara lain. Mengingat setiap negara mempunyai mata uang berbeda dengan nominal yang berbeda satu sama lain. Namun, dalam hal ini bank sentral akan menyamakan nilai sesuai nilai tukar mata uang.

4. Sebagai Monetary Policy Maker

Bank sentral umumnya bersifat monopoli, dia mengeluarkan uang dan wewenang dalam mengatur serta mengendalikan tingkat suku bunga dan banyaknya peredaran uang di masyarakat. Pengendalian peredaran uang tersebut diharapkan agar semua harga barang dan jasa bisa dikendalikan dengan baik.

Kebijakan keuangan ini harus dilakukan supaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Perlu adanya kerjasama antara bank tersebut dengan pemerintah agar semua ketetapan kebijakan sesuai dengan kebijakan fiskal dan kebijakan ekonomi yang lain.

5. Mengefisiensikan Kegiatan Transaksi

Bank sentral melakukan fungsi penanganan menggunakan alat pembayaran giro untuk mengefisiensikan berbagai macam kegiatan transaksi. Transaksi pembayaran giro ini diberlakukan dalam jumlah besar, antar wilayah, antar bank, dan juga antar Negara.

Penutup

Itulah beberapa fungsi bank sentral bagi keuangan negara yang perlu anda ketahui. Dengan mengetahui hal tersebut, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai lembaga ini serta lebih mengetahui perjalanan ekonomi negara. Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *