Transistor: Pengertian, Fungsi Transistor dan Jenis-jenisnya

2 min read

Pengertian transistor

Jika berbicara tentang rangkaian elektronik, maka fungsi transistor sangat penting untuk mengolah sinyal. Bahkan, transistor juga berperan penting dalam menguatkan arus, memproduksi sinyal, dan berbagai fungsi lainnya. Oleh karena itu, setiap barang elektronik yang Anda gunakan tak pernah absen dari komponen yang satu ini.

Pengertian Transistor

Bagi Anda yang tidak begitu mengenal rangkaian elektronika, mungkin belum mengetahui atau bahkan masih asing dengan transistor. Namun, jika Anda sedang belajar tentang elektronik, maka Anda harus mengetahui seluk beluk komponen yang satu ini.

Baca juga : pengertian dan fungsi router dalam jaringan komputer

Adapun pengertian transistor adalah suatu komponen pada rangkaian elektronika yang dibuat dari bahan semikonduktor untuk membangkitkan sinyal, sebagai saklar, dan beberapa fungsi lainnya.

Secara umum, transistor terdiri dari tiga terminal yang terkadang disebut juga dengan kaki atau elektroda, yakni emitor (E), Basis (B), dan kolektor (C). Fungsi transistor itu sendiri bisa diibaratkan sebagai keran arus. Dimana, ia dapat menghambat atau pun mengalirkan arus listrik sesuai dengan perintah.

Fungsi Transistor

Biasanya, transistor digunakan sebagai saklar dan untuk menguatkan arus. Namun, sebenarnya ada banyak fungsi dari komponen yang berperan penting pada rangkaian elektronika ini, terutama elektronika modern. Berikut beberapa fungsi dari transistor:

1. Sebagai Penguat (Amplifier)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara umum transistor digunakan sebagai penguat arus (amplifier). Komponen ini biasanya ditemukan pada radio, pengeras, suara, dan lainnya. Selain itu, transistor juga berfungsi sebagai penguat sinyal AC.

2. Sebagai Saklar

Transistor juga digunakan sebagai saklar atau switching pada rangkaian elektronika, yang disebut dengan saklar elektronik. Fungsi transistor yang satu ini memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan saklar sederhana. Di mana, saklar elektronik ini dikendalikan secara efektif meski tidak ada komponen mekanik yang beroperasi.

3. Sebagai Pembangkit Sinyal

Selain berfungsi sebagai saklar elektronik dan penguat arus, transistor juga berfungsi untuk membangkitkan sinyal. Bahasa elektronika disebut dengan osilator. Dimana, osilator ini bisa menghasilkan sinyal dengan frekuensi dan amplitudo tertentu.

Fungsi osilator ini sendiri beragam, tergantung dari frekuensi yang akan digunakan. Misalnya untuk radio, audio, hingga power supply switching.

Transistor merupakan salah satu komponen elektronika yang sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja AC. Dimana, transistor berfungsi untuk menguatkan sinyal AC.

4. Sebagai Gerbang Logika

Fungsi transistor yang selanjutnya yaitu digunakan sebagai gerbang logika. Gerbang logika sendiri terdapat pada IC yang ada pada sejumlah komponen komputer, seperti CPU, RAM, dan lainnya. Sementara, rangkaian dari gerbang logika ini dibuat menggunakan transistor.

Oleh karena itu, fungsi dari transistor ini tidak bisa dipisahkan pada rangkaian tersebut.

5. Untuk Menstabilkan Tegangan

Selain empat fungsi yang telah disebutkan di atas, transistor juga berfungsi untuk menstabilkan tegangan yang terdapat pada power supply.

Jenis-jenis Transistor

Ada beragam jenis-jenis transistor yang digunakan pada rangkaian elektronika, yang dirancang dengan bermacam desain dengan fitur yang berbeda. Jenis transistor ini bisa dibedakan mulai dari tipe dan klasifikasinya yang disesuaikan dengan penggunaannya. Tentunya, dari setiap jenis komponen tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Setelah mengetahui fungsi transistor, kini saatnya Anda mengenali jenis-jenis komponen tersebut. Umumnya, transistor terbagi atas dua jenis, yaitu transistor BJT dan transistor FET. Untuk mengetahui bagaimana kedua jenis transistor tersebut, simak ulasan berikut ini.

1. Transistor Bipolar

Jenis yang satu ini sangat populer dan paling banyak digunakan pada rangkaian elektronika. Bipolar terdiri dari dua kata, yakni Bi yang berarti “dua” dan Polar yang berarti “Kutub”. Cara transistor ini seperti aliran arus yang dialirkan atau dihambat secara terkendali lewat basis.

Transistor ini juga mempunyai impedansi output yang tinggi. Sementara, impedansi ada inputnya rendah. Prinsip kerjanya sendiri membutuhkan perpindahan muatan untuk mengisi kekurangan elektron.

2. Transistor Field Effect Medan (FET)

Transistor FET mempunyai temperatur kerja dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan dengan transistor bipolar. Namun, tingkat efisiensi daya transistor ini lebih tinggi. Maka, tak heran jika transistor FET dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Penutup

Demikianlah ulasan singkat mengenai fungsi transistor dan jenisnya secara umum. Semoga penjelasan diatas tadi dapat bermanfaat bagi anda, sekian dan terimakasih telah berkunjung di website saya masdzikry, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *