Pengertian UDP: Port, Cara Kerja dan Fungsi UDP

3 min read

UDP User Datagram Protocol

UDP atau singkatan dari User Datagram Protocol merupakan sebuah perangkat pengaturan yang mengirimkan data-data pada masing-masing komputer dalam bertukar informasi. Hal ini dapat menjadi lapisan dari transport TCP/IP. Dengan demikian akan tercipta sebuah komunikasi antar jaringan. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih lanjut mengenai UDP, simak lebih lanjut pembahasannya dibawah ini.

Pengertian UDP (User Datagram Protocol)

Dari penjelasan sebelumnya bahwa dapat mengambil penjelasan mengenai UPD, merupakan suku kata dari User Data Protocol yang masih masuk kedalam bagian jaringan internet. Penggunaan protokol UDP memang sangat sederhana sekali yaitu untuk alat komunikasi.

Baca juga : pengertian dan fungsi margins pada microsoft word

Contoh penggunaan UDP dalam komunikasi sederhana yaitu seperti DNS (Domain Name System), DHCP (Dinamic Host Configuration), NTP (Network Time Protocol) dan RIP. Selain itu pemanfaatannya juga sebagai sarana pengiriman beberapa informasi dengan menekankan pada kecepatannya saja.

Jadi dalam hal transaksi sebuah informasi menggunakan protokol ini akan menjadikannya lebih cepat saja, namun agak sedikit kurang akurat. Akan tetapi dengan menggunakan UDP (User Datagram Protocol) ini, maka komputer bisa saling bertukar data tanpa harus adanya negosiasi dahulu. Hal ini karena telah dikonfigurasi oleh user tersebut.

Port UDP

Terdapat pula sebuah komponen yang bernama port dalam UDP yang memang berfokusnya pada User Data Protocol berbasis jaringan TCP/IP. Fitur tersebut merupakan sebuah mekanisme yang kegunaannya memberikan izin komputer dalam melakukan sambungan koneksi bersama-sama.

Mengetahui bentuk Port ini dengan serial angka 16-bit. Penyebutannya adalah Port Number dan dalam pengklasifikasiannya masuk ke dalam jenis protokol transport yang dalam pemanfaatannya untuk port TCP serta post UDP.

Jadi penggunaan UDP ini dapatlah mengirimkan beberapa paket yang memiliki basis bentuk telegram pada setiap aplikasi socketnya. Selanjutnya datagram tersebut terkhusus untuk sebuah paket bersifat kurang handal atau unreliable service. Lalu bagi koneksi handa berlaku terhadap TCP.

Cara Kerja UDP

Pada UDP ini memiliki cara kerja dalam mengkoneksikan beberapa host yang memungkinkan dalam melakukan pengiriman informasi data. UDP memanglah sebuah channel atau saluran sebagai koneksi antar host. Selain itu agar bisa saling terhubung, maka komputer harus lengkap dengan alamat IP.

Untuk fungsi dari port UDP ini adalah kemampuannya dalam melakukan pekerjaan mengirim atau menerima sebuah pesan data dengan bersamaan. Kemudian pada masing-masing channelnya akan terdapat sebuah serial nomor yang khusus dan unik dalam pembagiannya.

Seperti halnya alamat IP, maka masing-masing paket tertangani secara terpisah. Oleh karena itu dalam pengiriman menggunakan paket UDP ini memiliki batas maksimum sesuai jumlah yang ada pada paket IP tunggalnya. Untuk IP 65535, maka UDP dapat menampung 65507 byte.

Fungsi UDP (User Datagram Protocol)

Fungsi UDP
UDP sendiri memiliki banyak manfaat yang dapat menjadikan kebutuhan akan pengiriman informasi bisa secara cepat. Seperti halnya kirim foto maupun video. Selain itu juga menjadi salah satu protokol ringan. Lalu apa saja fungsi-fungsinya? Simak penjelasan berikut ini:

1. Sebagai Protokol yang Ringan

Dalam melakukan akses jaringan dalam pengiriman informasi tentunya membutuhkan penyimpanan yang besar. Akan tetapi dengan UDP ini dapat menghemat ruang pada memori sekaligus prosesornya.  Hal ini karena UDP (User Datagram Protocol) memang termasuk protokol ringan.

Dari ringannya tersebut maka dapat dengan cepat mengirimkan informasi. Memang beberapa hal tentang lapisan aplikasi memang membutuhkan beberapa protokol yang sangat ringan. Dengan demikian akan lebih berfungsi secara spesifik ketika bertukar pesan.

2. Melakukan Implementasi Layanan Jaringan

Pada UDP sendiri juga memiliki fungsi lain, seperti halnya pada protokol pada lapisan aplikasi yang dapat mengimplementasikan terdapat layanan keandalan. Maksudnya bahwa protokol tersebut memberikan fasilitas pertukaran sebuah data dengan andal.

Dengan demikian bilamana protokol dalam lapisan aplikasi ini menyediakan sebuah layanan mentransfer data andal, maka dari itu kebutuhan akan adanya keandalan dari TCP menjadi tidak ada. Seperti contohnya pada Network File System (NFS) dan Trivial File Transfer Protocol (TFTP).

3. Melakukan Transmisi Broadcast

Pada fungsi selanjutnya adalah dalam melakukan sebuah transmisi broadcast. Hal ini dapat terjadi karena tidak perlu terdapat jaringan koneksi dari host terlebih dahulu secara spesifik. Jadi setiap paket data, pengirimannya bisa tertuju sesuai alamat pada multicast atau broadcast.

Jadi UDP inilah salah satu protokol yang tidak membutuhkan koneksi kepada host tertentu. Dengan demikian akan mempermudah dalam mengirimkan sebuah data. Hal seperti sangat berbeda sekali dengan TCP yang mampu mengirim transmisinya satu arah atau one to one. Seperti contohnya query nama pada protokol NetBIOS name service.

Karakteristik UDP (User Datagram Protocol)

Dalam karakteristik, UDP ini adalah sebuah perangkat yang menyediakan sebuah mekanisme dalam melakukan pengiriman pesan-pesan. Kemudian berlanjut menuju kepada protokol lapisan sebuah aplikasi pada host dalam suatu jaringan dengan basis TCP/IP.

Kemudian pada UDP juga tersedia fitur penghitungan terdapat pesan dengan kapasitas 16-bit. Penamaannya adalah checksum yang mempunyai sifat sebagai opsional. Maksudnya, apabila tidak ada kesesuaian, maka program pada jaringan akan menolak data dari penerima maupun pengirim.

UDP juga tidak mempunyai bentuk input maupun output stream yang terbentuk dari socket. Selanjutnya karakteristiknya adalah seperti pengirim yang membuat sebuah datagram packet lalu mengirim ke tempat tujuan. Setiap paket terdapat informasi dari IP maupun port pada setiap deretan byte-nya.

Perbedaan UDP dan TCP

Mungkin banyak sekali yang mengait-ngaitkan antara sistem UDP (User Datagram Protocol) dengan TCP (Transmission Control Protocol). Tentu saja bagi para pengakses dunia jaringan internet sudah pasti pernah mengetahui maksud kedua hal tersebut. Namun sedikit sekali mengetahui secara pasti perbedaan dari keduanya. Yaitu:

1. Contoh Aplikasi dan Karakteristik

Salah satu contoh yang protokol TCP gunakan adalah seperti TELNET, SMTP (simple mail transfer protocol) dan FTP (File Transfer Protocol). Kemudian untuk UDP sendiri antara lainnya yaitu SNMP (Simple Network System), DNS (Domain Name System), Sun RPC, dan TFTP.

Semudian pada karakteristiknya, bahwa TCP atau Transmission Control Protocol merupakan sebuah perangkat yang dalam jaringannya menggunakan basis koneksi. Akan tetapi untuk UDP User Datagram Protocol sendiri tidak menggunakan basis koneksi, dan dapat membuat connectionless).

2. Pengiriman Data

Dalam melakukan pengiriman sebuah data dan informasi, untuk jenis TCP ini masih menggunakan jalur data dengan full duplex. Maksudnya adalah antara jalan masuk dan keluar datanya ini terpisah sendiri-sendiri maupun jalurnya berbeda. Dengan demikian pengiriman serta penerimaan secara simultan.

Kemudian pada UDP sendiri dalam melakukan pengiriman datanya dengan menggunakan sebuah sistem paket (datagram) tanpa nomor identifier. Jadi, kemungkinan besar penerimaan data menjadi tidak urut serta dapat mengalami kerusakan atau hilang pada saat host mengirim ke tujuannya.

3. Port dan Komunikasi

Pada TCP ini memakai jenis port yang mampu memuat 16-bit integer (antara 0-65535) dan antaranya port harus berbeda. Kemudian pada UDP sendiri sama, akan tetapi yang menjadi pembeda adalah pembagiannya menjadi 3 yaitu port 1-1023, 1024-49151, 49152-65535.

Selain itu pada komunikasi, TCP dapat mampu mengatur dari beberapa komputer saling bisa melakukan interaksi dan menukar berbagai jenis data. Akan tetapi untuk UDP agak kurang begitu mampu dalam menyediakan fasilitas dalam berkomunikasi bila tidak menggunakan koneksi jaringan.

Penutup

Demikian tadi adalah beberapa penjelasan dari pengertian dan cara kerja UDP (User Datagram Protocol). Pada intinya adalah sebuah software pada sistem komputer dalam mengirimkan pesan kepada perangkat lain tanpa menggunakan komunikasi awal. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *