Moch Dzikry Teori itu mudah, tapi praktek cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang rasa malas dapat menghambat kita dalam mencapai suatu tujuan.

Mengenal 4 Kriteria Reksadana yang Bagus untuk Dimiliki

3 min read

Kriteria Reksadana yang Bagus untuk Dimiliki

Kriteria reksadana perlu Anda ketahui sebelum melakukan investasi di instrumen ini, reksadana bisa menjadi pilihan yang tepat karena memberikan potensi keuntungan yang cukup besar dengan risiko yang tidak begitu tinggi. Dalam memilih Reksadana, Anda juga bisa menentukan tujuan dari investasi tersebut supaya menemukan produk reksadana yang cocok.

Baca juga : rekomendasi aplikasi membuat NFT terbaru

Misalnya jika tujuan investasi dana Anda untuk jangka panjang dengan kurun waktu sekitar 10 sampai 20 tahun yang akan datang, maka Anda bisa memilih investasi reksadana saham karena potensi pertumbuhannya cukup baik jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

Namun jika tujuan investasi Anda untuk kebutuhan dalam waktu dekat, Anda bisa memilih reksadana pasar uang karena risikonya cenderung rendah dalam waktu pendek dan mempunyai potensi imbal hasil yang cukup tinggi.

Kriteria Saat Memilih Reksadana

Beberapa orang masih kesulitan dalam menentukan investasi reksadana apa yang tepat untuk dirinya, apakah Anda juga merasakan hal tersebut? Kalau iya, Anda harus mengetahui beberapa kriteria yang harus diperhatikan saat memilih investasi reksadana yang tepat sesuai kebutuhan. Berikut beberapa kriterianya:

1. Besar Imbal Hasil (Return)

Tak bisa dipungkiri, tujuan orang untuk melakukan investasi reksadana yaitu untuk mendapatkan imbal hasil atau return yang diharapkan.

Oleh sebab itu, besar atau kecilnya imbal hasil sebuah investasi harus dipertimbangkan, termasuk dalam produk reksadana. Berdasarkan historical atau pada masa lampau bahkan mungkin sampai sekarang, keuntungan produk reksadana menjadi indikator yang sering digunakan investor dalam menilai kinerja reksadana.

Adapun untuk menghitung return atau imbal hasilnya dapat menggunakan tolok ukur atau benchmark sebagai pembanding periode jangka panjang guna menentukan produk reksadana bekerja dengan konsisten lebih baik dibandingkan benchmark-nya.

Benchmark yang biasa digunakan untuk membandingkan kinerja Reksadana yaitu kinerja pasar saham atau melihat peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Contoh cara penghitungannya yaitu return suatu produk reksadana dalam 5 tahun sebesar 100% dan return IHSG yaitu 80% maka bisa dikatakan produk reksadana lebih baik daripada kinerja IHSG (outperform).

2. Tingkat Risiko (Risk)

Selain adanya keuntungan, investasi juga memiliki risiko yang harus dihadapi. Risiko artinya yaitu potensi tingkat kerugian yang dapat dialami investor dan ada pula yang menilai risiko yaitu pendekatan statistik misalnya beta dan standar deviasi.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan indihome WiFi

Untuk mengukur tingkat fluktuasi reksadana, digunakan pendekatan berbasis statistik, semakin besar hasilnya maka semakin besar sudut elevasi harga reksadana. Adapun beta yaitu risiko sistematis.

Setiap investasi umumnya mempunyai prinsip high risk high return atau tinggi risiko tinggi pula potensi imbal hasil yang didapatkan. Sama seperti imbal hasil, risiko pada investasi reksadana juga dapat diketahui melalui perbandingan Reksadana sejenis dengan benchmark.

3. Biaya Investasi Reksadana

Dalam investasi reksadana, biaya menjadi faktor yang cukup sensitif di mana banyak investor ingin biaya murah bahkan gratis.

Biaya ini digunakan pihak Manajer Investasi melakukan kegiatan sosialisasi, merekrut SDM handal dan mengembangkan sistem. Untuk atasi hal ini maka solusinya yaitu dengan membandingkan biaya dan kepuasan investor dari layanan yang diberikan.

Apabila Anda sebagai investor merasa puas dengan layanan yang diberikan maka biaya reksadana tersebut bisa dijustifikasi. Pasalnya keberhasilan investasi reksadana juga dipengaruhi oleh kinerja dan profesionalisme pengelolaan reksadana oleh Manajer Investasi.

4. Dana Kelolaan serta Unit Penyertaan

Dana kelolaan biasa disebut dengan AUM atau Asset Under Management merupakan jumlah keseluruhan dari seluruh dana investor yang didapatkan ditambah hasil pertumbuhannya. Oleh sebab itu, nilai aktiva bersih ini bisa naik turun berdasarkan kepercayaan investor serta kinerja pasar.

Adapun UP atau Unit Penyertaan yaitu jumlah unit yang yang bertambah ataupun berkurang sesuai transaksi investor. Apabila ada investor yang membeli Reksadana maka Unit Penyertaan bisa bertambah dan jika investor menjual Reksadana maka nilai Unit Penyertaan akan berkurang.

Nilai Asset Under Management dan Unit Penyertaan terus berkembang setiap waktunya dan menjadi indikator penentu apakah reksadana ini bisa bertahan dalam jangka panjang atau tidak.

Reksadana memang menjadi salah satu investasi yang dilakukan oleh banyak investor khususnya dengan modal terbatas, waktu dan pengetahuan terbatas. Definisi reksadana sendiri merupakan wadah yang dipakai oleh penghimpun dana dari pemodal guna diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek yang dilakukan Manajer Investasi.

Dengan kata lain, dana investasi reksadana ini merupakan dana bersama dari pemodal dan Manajer Investasi bertugas untuk mengelola dana itu dengan baik.

Adapun jenis investasi reksadana itu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham atau reksadana campuran. Setiap jenis investasi reksadana tersebut tentunya memiliki keunggulan dan risikonya masing-masing yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Investasi Reksadana di DBS Treasures

DBS Treasures menjadi priority banking yang tepat untuk melakukan investasi reksadana. Tentu ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan investasi reksadana di DBS Treasures seperti:

  • Dikelola Manajer Investasi Profesional
    • Investasi dikelola oleh manajer investasi terkemuka dan profesional yang bermitra dengan DBS Treasures. Dengan pengelolaan yang professional maka diharapkan hasil investasi menjadi lebih optimal.
  • Wawasan dan Panduan Investasi
    • Wawasan dalam memandu Anda berinvestasi melalui tim ahli finansial yang aktif dan profesional untuk analisa pasar.
  • Diversifikasi Produk
    • Melakukan diversifikasi atau penyebaran dana untuk mengurangi risiko.
  • Likuiditas Harian
    • Likuiditas harian artinya sebagai investor, Anda dapat menjual kepemilikan sesuai nilai aktiva bersih di hari yang sama.
  • Investasi Terjangkau
    • Anda bisa berinvestasi mulai dari modal yang sangat terjangkau.
  • Aman
    • Berinvestasi jadi lebih aman karena sudah diawasi pemerintah dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
  • Kinerja Transparan
    • Kinerja yang transparan dan dapat dibandingkan.

Penutup

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai kriteria yang harus dipertimbangkan ketika memilih investasi reksadana dalam jangka panjang.

Baca juga : jenis-jenis investasi syariah di Indonesia

Mari bergabung menjadi nasabah perbankan prioritas DBS Treasures sekarang juga untuk yakin menikmati keuntungan investasi reksadana dan mendapatkan strategi manajemen kekayaan yang dipersonalisasi dan dikomunikasikan kepada Anda.

Moch Dzikry Teori itu mudah, tapi praktek cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang rasa malas dapat menghambat kita dalam mencapai suatu tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.