Moch Dzikry Teori itu mudah, tapi praktek cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang rasa malas dapat menghambat kita dalam mencapai suatu tujuan.

4 Posisi Peluang Kerja di Bidang Pengelasan yang Perlu Diketahui

2 min read

Peluang Kerja di bidang Pengelasan

Teknik las adalah salah satu bidang dalam permesinan yang mempelajari tentang cara mengelas yang baik. Mulai dari teori tentang bahan yang dipakai dalam pengelasan, dan lainnya. Peluang kerja di bidang pengelasan sebenarnya sangat dibutuhkan oleh beberapa perusahaan untuk menjaga kecakapan mesin.

Baca juga : tugas hrd manager di perusahaan

Berbicara tentang peluang kerja teknik las sebenarnya ada banyak macamnya dan Anda pun bisa melamar di perusahaan-perusahaan besar yang butuh pekerja las. Nah, bagi yang masih bingung lulusan teknik pengelasan nantinya bisa mendaftar profesi apa saja, simak ulasannya di bawah ini.

Prospek Kerja untuk Lulusan Teknik Pengelasan

Bagi Anda yang masih sekolah, kuliah ataupun sudah jadi lulusan teknik pengelasan namun tidak punya modal untuk membuka bengkel, peluang kerja di bidang pengelasan di bawah ini bisa jadi referensi saat mendaftar kerja.

1. Welding Engineer

Tanggung jawab dari welding engineer adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pendesainan, penghitungan, dan menentukan jenis sambungan las yang akan diproduksi.
  • Hasil produknya adalah WPS yang berisi jenis material, model joint, PWHT, kebutuhan pre heat, dan lain sebagainya.
  • Mampu menjamin sambungan las yang desain kokoh dan aman serta memenuhi standar atau kode.

2. Welding Inspektor

Tanggung jawab dari welding inspektor adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan verifikasi sejak sebelum, saat pengelasan dan setelah proses pengelasan.
  • Memastikan semua variabel dalam pengelasan sesuai dengan WPS dan kode.
  • Memastikan kualitas hasil pengelasan bisa diterima klien dan sesuai dengan prosedur.

3. Welding Supervisor

Tanggung jawab dari welding supervisor adalah sebagai berikut:

  • Memastikan pengelasan dilakukan dengan peraturan keselamatan perusahaan atau pemerintah.
  • Memastikan semua dokumen yang dibutuhkan tersedia.
  • Memastikan kondisi, dimensi, dan spesifikasi material yang dipakai sesuai dengan yang telah ditetapkan.

4. NDT Practitioner

Tanggung jawab dari NDT practitioner adalah sebagai berikut:

  • Melakukan pengujian lasan menggunakan prosedur dan metode untuk menentukan kualitas maksimum produk.
  • Menjamin bahwa pengujian kualitas produk yang terkait dengan proses pengelasan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur dan metode yang tepat.
  • Mempersiapkan laporan tentang semua pengujian dan evaluasi yang akan dilakukan.
  • Harus mampu menggunakan macam macam alat ukur.

Keselamatan Kerja di Bidang Pengelasan

Pekerjaan apapun pastinya membutuhkan pedoman keselamatan kerja supaya Anda bisa aman selama bekerja. Bagi Anda yang akan bekerja dalam bidang pengelasan pastikan untuk memperhatikan keselamatan kerja pengelasan di bawah ini:

1. Pastikan ventilasinya bekerja dengan baik

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja bidang pengelasan adalah memastikan ventilasinya bisa bekerja dengan baik. Hal ini penting untuk diperhatikan karena saluran pembuangan ini mempunyai banyak fungsi.

Baca juga : contoh kesimpulan laporan PKL SMK

Diantara fungsi tersebut yaitu melindungi diri dari asap dan partikel yang bisa menyebabkan penyakit dan ketidaknyamanan saat bekerja.

2. Memakai APD

Salah satu Alat Pelindung Diri (APD) dalam bidang pengelasan adalah respirator. Pastikan untuk menggunakan respirator saat mengelas karena meski sudah ada ventilasi namun saluran pembuangan ini tidak bisa menghilangkan semua bahaya paparan asap dan partikel.

3. Memilih respirator yang tepat

Dalam memilih respirator Anda tidak boleh sembarangan dan harus disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan. Apabila asap yang keluar masuk termasuk asap beracun, maka jenis respirator yang dipakai adalah yang sudah dilengkapi dengan penyuplai udara.

Peran Perusahaan untuk Menciptakan Pekerjaan Pengelasan yang Aman

Sebagai pihak yang mempekerjakan teknisi las, selain menyediakan respirator yang baik Anda juga harus memperhatikan beberapa hal lain. Dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini para pekerja Anda akan merasa aman dan nyaman selama bekerja.

1. Menguji tingkat racun asap

Dalam proses pengelasan pastinya menghasilkan asap, perusahaan harus menguji tingkat racunnya. Hal tersebut perlu dilakukan karena biasanya asap ini tidak berbau maupun berwarna sehingga membuat pekerja jadi abai. Untuk menguji tingkat toksisitas pada asap pengelasan harus dilakukan sejak awal agar pekerja tidak mengalami kelebihan paparan asap.

Untuk melakukan pengujian ini bisa dilakukan menggunakan pompa sampling udara yang ditempatkan di sekitar tempat pengelasan. Pompa ini nantinya akan memberikan sampel untuk selanjutnya dievaluasi di laboratorium untuk mengetahui tingkat kontaminan di tempat pengelasan.

2. Menetapkan sistem ventilasi yang tepat

Setelah menguji toksisitas dalam asap pengelasan, selanjutnya adalah menetapkan sistem ventilasi yang cocok untuk mengurangi tingkat paparan pengelasan. Nah, untuk menentukan hal ini pastinya disesuaikan dengan tempat pengelasan tersebut dilakukan.

Jika pengelasan dilakukan di luar ruangan seperti di galangan kapal maka bisa ditaruh selang penghisap asap untuk pembuangannya. Selain itu, bisa juga menggunakan selang pembuangan lokal yang memudahkan tukang las. Jika pengelasan di dalam ruangan, sistem pembuangannya bisa menggunakan yang portabel.

Kesimpulan

Bagi lulusan teknik pengelasan, Anda tak perlu khawatir dengan prospek pekerjaan ke depannya. Pasalnya, Anda bisa mendaftar ke salah satu peluang kerja di bidang pengelasan yang sudah disebutkan di atas.

Baca juga : kelebihan dan kekurangan fiber optic

Dan jika sudah bekerja di bidang pengelasan, pastikan untuk memperhatikan keselamatan kerja dan peran perusahaan dalam melindungi Anda selama bekerja. Nah jika Anda ingin belajar tentang pengelasan Anda dapat berkunjung ke laman pengelasan.net

Moch Dzikry Teori itu mudah, tapi praktek cukup sulit untuk dilakukan. Terkadang rasa malas dapat menghambat kita dalam mencapai suatu tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.