Kabel Coaxial: Bagian, Fungsi, Karakteristik dan Jenisnya

2 min read

Kabel coaxial

Kabel Coaxial atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan kabel sesumbu adalah kabel jaringan yang dilapisi dengan metal lentur sebagai pelindung dari gangguan signal. Penggunaan jenis kabel ini dalam jaringan jauh lebih mudah dibandingkan dengan kabel UTP. Namun, tidak banyak yang menggunakannya karena memiliki akses internet pada kabel yang terbilang lambat.

Baca juga : susunan warna kabel straight dan cross rj45

Kabel ini ditemukan oleh matematikawan asal Inggris pada tahun 1880. Pada tahun 1940 digunakan untuk pertama kalinya dan secara besar-besaran guna transmisi data lintas benua oleh perusahaan berlabel AT&T.

Pelindung kabel coaxial yang terdiri dari dua tingkat isolasi, serta susunan bagian-bagian lainnya menunjukkan jika kabel ini dibuat agar tahan dari segala gangguan dari luar saat transmisi sedang berlangsung. Di bawah ini adalah ulasan singkat terkait bagian-bagian, fungsi, karakteristik serta kekurangan dan kelebihannya.

Bagian-bagian Kabel Coaxial

Bagian kabel coaxial

Kabel coaxial merupakan dua kabel yang tersusun atas beberapa lapisan guna mengoptimalkan fungsinya. Berikut ini susunan bagian-bagian yang ada di dalamnya.

  • Konduktor, ini merupakan bagian yang menjadi bagian inti dari kabel coaxial, sebagai tempat dimana lalu lintas data dalam jaringan berlangsung.
  • Grounding, bagian ini berbentuk kabel berserabut yang dipilin dalam posisi menyilang serta mengelilingi isolator bagian dalam. Fungsinya yakni mengantisipasi adanya intervensi dari frekuensi listrik yang tidak diharapkan.
  • Isolator dalam, bagian ini berfungsi untuk melindungi melindungi inti kabel atau konduktor.
  • Isolator luar atau lapisan kulit terluar kabel, bagian ini berfungsi melindungi keseluruhan bagian kabel.

Fungsi Kabel Coaxial

Di dalam jaringan komputer, fungsi kabel coaxial adalah sebagai penghubung perangkat-perangkat yang ada di dalamnya. Sebagai contoh yaitu menghubungkan perangkat komputer yang satu dengan lainnya. Anda tidak akan menemukan kabel ini pada topologi star, sebab umumnya jaringan topologi star menggunakan media transmisi berupa kabel UTP.

Kabel coaxial lebih sering digunakan pada jaringan bus. Dimana koneksi dari setiap nodenya memakai konektor BNC dan titik-titik percabangannya memanfaatkan TConector.

Karakteristik Kabel Coaxial

Untuk membedakan dengan media transmisi yang lain, kabel ini memiliki ciri khusus atau karakteristiknya sendiri. Diantaranya yaitu:

  • Kecepatan transmisi data antara 10 MBps sampai dengan 100 MBps
  • Memiliki konektor dengan ukuran sedang
  • Panjang maksimal yang dapat dijangkau hingga 500 meter
  • Dibuat dari kawat baja yang dilapisi tembaga serta dilindungi dua isolator guna menghalau gangguan eksternal
  • Memiliki ground di setiap segmennya
  • Mempunyai batasan koneksi sampai dengan 30 device
  • Memiliki biaya untuk per node yang lebih murah

Jenis-jenis Kabel Coaxial

Dalam jenisnya, kabel jaringan ini memiliki beberapa jenis yang berbeda, diantaranya yaitu:

1. Hard Line

Tipe hard line merupakan jenis kabel yang sering digunakan untuk menghubungkan antena dengan pemancar. Dimana jenis ini juga bergantung pada tabung tembaga berbentuk bundar serta kombinasi logam seperti aluminium atau bisa juga tembaga untuk dijadikan pelindungnya.

2. Kabel Triaxial

Kabel jenis ini memiliki lapisan isolator juga konduktor tambahan serta memiliki bandwidth lebih besar. Selain itu kabel triaxial juga mempunyai ketahanan yang lebih besar untuk menghalau segala macam gangguan eksternal. Sebab itulah harganya juga menjadi lebih mahal.

3. Rigid Line

Kabel tipe rigid line ini lebih sering digunakan pada transmisi radio frekuensi yang berada di dalam ruangan. Kabel ini tidak dapat ditekuk sebab menggunakan dua tabung tembaga yang berperan sebagai pipa.

4. Radiating Cable

Tipe radiating cable ini hampir serupa dengan kabel tipe hard line. Namun, jenis kabel ini memiliki slot khusus yang disetting sesuai dengan kebutuhan dimana kabel tersebut nantinya akan dipasang. Kabel dengan tipe ini dapat Anda jumpai penggunaannya pada lift, terowongan bawah tanah maupun peralatan militer.

Kelebihan dan Kekurangan Kabel Coaxial

Kabel coaxial

Ada beberapa keunggulan dan kelemahan kabel coaxial yang perlu anda ketahui jika dibandingkan dengan fiber optic maupun kabel LAN, diantaranya yaitu :

Kelebihan Kabel Coaxial

  • Harga lebih murah
  • Lebih kuat menahan gangguan eksternal
  • Dibandingkan dengan twister pair cable, jarak maksimum kabelnya lebih panjang
  • Bandwith terbilang besar
  • Minim kemungkinan terjadinya error
  • Dapat dipakai untuk transmisi data analog maupun digital

Kekurangan Kabel Coaxial

  • Pemasangan sedikit lebih sulit
  • Biaya untuk perawatan terbilang mahal
  • Batas maksimal koneksi device hanya 30
  • Redaman yang terbilang besar membuatnya membutuhkan repeater-repeater untuk bisa menguatkan sinyal
  • Pemasangan kabel di atas tanah rawan terjadinya gangguan fisik yang mampu memutuskan sambungan atau hubungan

Contoh Penggunaan Kabel Coaxial

Jenis kabel ini biasa digunakan pada beberapa perangkat yang akrab serta sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari seperti di bawah ini.

  • Penghubung antar hardware pada stasiun radio maupun tv
  • Kabel untuk antena TV
  • Kabel pada lift, terowongan bawah tanah dan juga peralatan yang digunakan dalam kemiliteran
  • Kabel pada pemancar

Penutup

Akhir kata, demikianlah pembahasan yang dapat saya bagikan mengenai pengertian kabel coaxial, saya harap bisa bermanfaat dan bisa anda pahami dengan baik. Cukup sekian dan seperti biasa terimakasih, sampai jumpa dipembahasan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *