7 Fungsi Baterai berdasarkan Jenis-jenisnya

2 min read

Fungsi baterai

Sumber energi terutama listrik menjadi sarana penting di zaman teknologi seperti sekarang. Baterai menjadi alat penting untuk berbagai macam alat, fungsi baterai tidak dapat dipisahkan dari alat elektronik. Coba perhatikan, berapa banyak alat elektronik yang bergantung pada baterai?

Baca juga : pengertian dan fungsi komunikasi daring

Beragam alat elektronik bahkan hampir semua membutuhkan baterai agar bisa dioperasikan. Jenis baterai yang digunakan dari satu elektronik pun berbeda. Lalu apa saja fungsi komponen baterai sesuai jenisnya? Mengapa alat ini begitu penting?

Fungsi Utama Baterai

Apabila dilihat dari fungsi utamanya, baterai adalah alat yang menjadi sumber listrik. Cara kerjanya sendiri adalah menciptakan energi listrik dari energi kimia. Sedangkan, fungsi tempat baterai yaitu untuk menjaga bahan kimia yang terkandung didalamnya seperti nikel, karbon, zinc, elektrolit penghantar dan bisa menciptakan terminal positif serta negatif.

Menurut jenisnya, ada dua jenis baterai yang kini banyak digunakan yaitu baterai sekali pakai yang tak dapat diisi ulang dan baterai yang dapat diisi. Kedua baterai ini masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis lagi yang memiliki fungsi berbeda.

Fungsi Baterai Berdasarkan Jenisnya

Berikut dibawah ini merupakan beberapa fungsi dari baterai berdasarkan jenisnya yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu :

1. Zinc Carbon

Merupakan jenis baterai sekali pakai yang fungsinya adalah untuk alat elektronik seperti jam dinding, remote TV, mainan anak-anak dan masih banyak lagi. Sesuai dengan fungsinya, semua peralatan tersebut akan menghantarkan energi agar alat bisa bergerak.

Baterai ini sangat umum dan mudah untuk dibeli, karena Anda bisa menemukannya di supermarket. Harganya sangat murah tapi ketahanan yang dimiliki rendah.

2. Alkaline

Baterai jenis ini lebih awet dibandingkan jenis sebelumnya karena menggunakan Potassium Hydroxide sebagai penghantar listrik. Fungsi baterai ini adalah untuk digunakan pada kamera atau handycam.

Daya tahannya pun lebih lama karena kandungan di dalamnya. Sayangnya, baterai alkaline ini termasuk jenis primer yang tak dapat diisi ulang.

3. Lithium

Kualitas baterai ini lebih bagus dan walaupun tidak bisa diisi ulang tetapi ketahanannya bisa mencapai 10 tahun. Bentuk dari baterai ini lebih kecil, bulat dan juga pipih. Fungsi dari baterai ini adalah untuk menyalakan jam tangan serta memori backup pada komputer.

4. Silver Oxide

Masih dengan jenis jam yang tidak dapat diisi ulang. Untuk jenis ini adalah kapasitas daya yang dihasilkan lebih besar sehingga harganya pun sangat mahal. Bentuknya pun mirip dengan Lithium yaitu bulat, kecil dan pipih.

Alasan mengapa baterai ini mahal juga karena dipengaruhi oleh bahannya yaitu dari perak. Fungsinya pun masih sama yaitu untuk penggunaan pada jam tangan serta kalkulator.

5. Ni-Cd

Sesuai dengan namanya, bahan yang digunakan pada baterai ini adalah Nickel Cadmium. Fungsi baterai ini adalah untuk ponsel zaman dahulu yang ukurannya besar dan juga berat. Sayangnya kini penggunaannya sudah mulai dihilangkan karena kandungan di dalamnya cukup berbahaya bagi manusia.

Selain itu penggunaan baterai Ni-Cd juga tidak mudah karena perawatannya membutuhkan pengisian baterai tepat waktu. Ketika terlambat mengisi baterai, maka daya penyimpanannya akan berkurang hingga akhirnya mati.

6. Ni-Mh

Bahan yang digunakan mirip dengan Ni-Cd hanya sja baterai ini lebih aman dan kapasitas penyimpanannya jauh lebih besar. Kapasitas penyimpanannya bisa 100 kali lebih besar dibandingkan baterai yang tidak bisa diisi ulang.

Oleh karena itu, jenis baterai ini yang cukup banyak digunakan menggantikan baterai Ni-Cd. Fungsinya sendiri lebih banyak digunakan pada kamera dan juga radio.

7. Li-On

Anda pasti tidak asing lagi mendengar nama baterai ini karena fungsinya banyak digunakan pada kamera serta smartphone. Bahkan power bank dan juga alat portabel lainnya banyak yang memanfaatkan baterai ini.

Kapasitas penyimpanannya pun lebih besar dengan bentuk kecil. Hanya saja untuk perawatannya harus lebih diperhatikan karena jika dicharge berlebihan bisa merusak baterai. Permukaan baterai akan panas dan juga menggembung.

Penutup

Fungsi baterai dalam rangkaian listrik adalah untuk menjadi sumber energi listrik yang bisa digunakan untuk berbagai macam alat. Hanya saja fungsi baterai juga harus diperhatikan sesuai dengan alatnya. Jika salah, baterai tidak akan bekerja dengan baik bahkan mudah rusak karena perawatan yang salah.

Akhir kata, demikianlah pembahasan yang bisa saya bagikan mengenai fungsi-fungsi baterai berdasarkan jenisnya yang perlu anda ketahui. Semoga pembahasan di atas tadi dapat bermanfaat dan bisa anda pahami dengan baik, cukup sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *